Politik itu baik, yang buruk terkadang caranya. Sebab, ada begitu banyak fakta tentang cara “politik kotor” di dalam perhelatan demokrasi kita yang bersifat eksploitatif lalu destruktif. Memanfaatkan suara masyarakat dengan membangun polarisasi antar kelompok/etnis/agama. Lalu, menebar berbagai macam dis-informasi berwatak kebencian, fitnah dan adu-domba, agar masyarakat semakin berjarak, berpecah, serta penuh konflik. Lantas, bagaimana cara kita agar selamat dari cara politik kotor layaknya polarisasi dan disinformasi di tahun politik itu? ...
Read more 0 Saiful Bahri
Saiful Bahri Posts
Kalau kita amati, corak doktrin/infiltrasi terorisme itu tidak secara spontan mengajak orang bergabung ke gerakan radikal-teroris untuk jihad/berperang. Ada proses pembibitan sebelum pembaiatan. Dimulai dari penanaman bibit (propaganda ideologis) hingga tumbuh berkembang menjadi (pohon karakter) teroris itu sendiri. Maka, di sinilah pentingnya untuk mendeteksi sedini mungkin dengan mendeteksi bibit-bibit terorisme yang disebar di lingkup masyarakat digital. Membaca pola pemupukan bibit terorisme itu dan bagaimana langkah konkret kita untuk mendeteksi sekaligus ...
Read more 0 Ada satu ungkapan, bahwa orang pintar itu belum tentu bijaksana dan orang bijaksana pasti akan menggunakan kepintarannya untuk menebar manfaat dan maslahat. Sebab, banyak orang yang berbuat kegaduhan dan gemar menjatuhkan martabat pemimpin-nya dengan logika kepintarannya. Ada satu buku yang ditulis oleh Jon Krakauer yaitu Into The Wild. Buku ini mengisahkan tentang perjuangan Cristopher McCandless seorang American adventure. Dirinya memilih jalan hidupnya “menyatu” dengan alam di tengah kebisingan peradaban manusia ...
Read more 0 Ada satu pertanyaan penting, mengapa propaganda radikalisme di ruang-ruang online, mudah diterima? Tentu, hal ini tidak terlepas tipu-daya kelompok radikal yang memanfaatkan ayat Al-Qur’an secara politis sebagai “baju” legitimasi pembenar di dalamnya. Sehingga, ajaran radikal dianggap ajaran agama, karena ajaran radikal dianggap ada di dalam Al-Qur’an itu sendiri. Fakta semacam ini tentu dipengaruhi oleh kekosongan kesadaran teologis akan ayat-ayat kontra-radikalisme yang tak viral dan tak terjamah di ruang-ruang online. Melihat ...
Read more 0 Nabi Ibrahim bukan perkara gagal dalam menyembelih putranya yang bernama Ismail. Nabi Ibrahim sukses “menyembelih” rasa ego kepemilikan atas Ismail yang itu, hanya mutlak milik Tuhan. Begitu juga, Tuhan tidak ingin membenarkan konsep ketakwaan dengan perilaku membunuh. Dari sini kita bisa memahami, bahwa ada bentuk-bentuk deradikalisasi dalam spiritualitas kurban. Sebab, segala perilaku radikal/kezhaliman itu selalu diawali dengan pembenaran atas ego diri. Merasa dirinya sebagai pihak yang paling benar, mudah menghakimi ...
Read more 0 Saat ini, kita memang tidak semasa dengan kaum Khawarij. Tetapi, perhelatan demokrasi kita tampaknya sedang “direduksi” oleh (re-generasi) pemikiran politik kaum Khawarij. Seperti yang kini muncul ke luar permukaan, perihal tuduhan pemerintah zhalim dan menginginkan pemimpin yang sah agar jatuh. Itu adalah bagian dari “corak-karakter” politik kaum Khawarij di masa lalu yang kini mulai hidup. Segala tuduhan, fitnah dan menghalalkan segala cara, termasuk perilaku kezhaliman demi tujuan politik kekuasaan. Itu ...
Read more 0 Membawa fitnah beserta tuduhan, lalu menawarkan khilafah sebagai solusi. Hal demikian sebetulnya adalah “gaya politik lama” kaum Khawarij yang sejak dulu digunakan. Ketika ingin menguasai/merampas sebuah tatanan negara. Jelas, segala bujuk-rayuannya selalu membawa dalih kesucian agama, hingga membuat kita terkecoh, tanpa disadari ini adalah bagian dari misi politik kekuasaan yang licik. Dalam konteks argument di atas, Saya hanya ingin memaparkan 3 kemudharatan bagi bangsa ini. Ini adalah bagian dari konsekuensi ...
Read more 0 Virus ideologis intoleransi, radikalisme dan terorisme pada dasarnya membawa semacam gejala yang disebut “klaim teologis” yang destruktif. Efeknya dapat merusak jaringan pola-pikir umat dalam kehidupan sosial. Menganggap semua di luar keyakinannya salah, sesat, kafir, musyrik dan perlu dibasmi. Gejala ini semakin terbentuk menjadi sel-sel perilaku kezhaliman dan melanggar nilai kemanusiaan yang dianggap benar, jika tidak segera diatasi. Pancasila secara orientasi-subtansial pada dasarnya tak sekadar tegak sebagai prinsip berbangsa kita. Dia ...
Read more 0 Dalam konteks kebenaran Islam yang rahmatan lil alamin, Saya kurang sepakat, jika prinsip dakwah itu selalu condong reduksionis. Sebab, ajaran Islam itu sifatnya inter-subjektif. Secara orientasi, tidak ada “keharusan/paksaan/intimidasi” orang itu harus masuk Islam. Tetapi, dia mampu berperilaku “Islami” yaitu bisa berbuat baik, menjaga keseimbangan tatanan dan menghindari kemudharatan. Dalam konteks argument di atas, kita akan melihat bagaimana etika dakwah dalam Islam itu sebetulnya pro-kemajemukan. Misalnya dalam (Qs. Al-Hujurat:11) “Wahai ...
Read more 0 Ancaman intoleransi itu tak sekadar menyasar orang-orang yang tak terdidik. Dia juga menyasar terhadap orang-orang yang terdidik. Sebab, propaganda intoleransi akan juah lebih transparant ketika orang terdidik menjadi intolerant. Dalam contoh kasus, beberapa hari yang lalu, Saya bertemu dengan salah satu mahasiswa akhir STAI At-Taqwa Bondowoso. Dalam sebuah obrolan, dia mengatakan bahwa hukum agama lebih tinggi dibanding hukum negara. Lebih lanjut, mahasiswa ini menunjukkan beberapa ayat kepada Saya. Yaitu: Qs ...
Read more 0