Perkembangan teknologi komunikasi sebagai bagian dari globalisasi yang terjadi dalam beberapa dekade belakangan telah berhasil mengubah pola penyebaran ideologi transnasional. Pra globalisasi penyebaran ideologi transnasional lebih banyak terjadi di dunia nyata, melalui kegiatan keagamaan, sosial dan politik. Pelakunya pun relatif bisa diidentifikasi dengan mudah lantaran kebanyakan dilakukan oleh individu yang ...
Read more 0 Narasi
Salah satu kearifan lokal yang perlu kita terus pertahankan dan perlu kita perkuat di negeri ini, adalah budaya Srawung. Sebagaimana di dalam tradisi Jawa, Srawung tidak hanya sekadar aktivitas “berkumpul”. Tetapi, ini memiliki dimensi etis yang bisa menggerakkan (pranata sosial) kita ke dalam siklus kebersamaan yang alamiah dan organik. Karena ...
Read more 0 Pada bulan November tahun 2018, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) merilis hasil survei bertajuk “Efektivitas Kearifan Lokal dalam Menangkal Radikalisme di Era Milenial di 32 Provinsi.”. Survei tersebut digelar mulai bulan Januari–Oktober 2018 yang melibatkan 14.400 responden. Dari survei itu, diketahui sebanyak 63,60 persen responden memiliki kepercayaan yang tinggi bahwa ...
Read more 0 Rasa memiliki yang ditanamkan oleh kearifan lokal merupakan modal yang sangat berharga untuk mendetektsi, mencegah, dan melawan ideologi trans-nasional. Menghidupkan kembali budaya lokal yang dimiliki oleh Nusantara merupakan salah satu cara efektif menangkal laju gerak penetrasi ideologi trans-nasional. Laporan survei Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tahun 2018 menunjukkan bahwa 63,60 ...
Read more 0 Kemufakatan sekelompok manusia yang dilakukan secara berulang-ulang, turun-temurun dari generasi ke generasi dan telah mentradisi disebut adat. Adat kemudian menjadi nilai dan norma-norma yang harus dipatuhi. Hukum tak tertulis yang mengatur pola hidup suatu komunitas yang hidup bersama. Kemudian, menjadi identitas dan jati diri. Adat yang telah mengakar dan menjadi ...
Read more 0 Ada satu pertanyaan penting, kenapa sebagian di antara kita justru merasa bangga dengan pranata syariat bernegara hasil (produk impor)? Layaknya ideologi transnasional yang condong terarah ke dalam praktik kezhaliman, merusak dan memecah-belah? Padahal, kita memiliki “pranata syariat” bernegara yang jauh lebih mengedepankan dimensi etis rahmatan lil alamin, penuh cinta-kasih, bersaudara ...
Read more 0 Mengapa ideologi transnasional laku di Indonesia? Apakah tidak ada cara keberagamaan ala Nusantara? Kalau ada, mengapa yang “impor” selalu lebih menarik? Harus diakui bahwa ideologi transnasional yang mengampanyekan keseragaman, satu warna, dan cara beragama yang kaku dan sempit, sudah menjadi rujukan bagi sebagian anak bangsa. Meningkatnya intoleransi, kekerasan, dan tindakan ...
Read more 0 Sudah menjadi kelaziman di negeri ini manakala terjadi peristiwa sosial-politik di negara lain yang menyangkut umat Islam, maka akan menjadi isu nasional. Ketika isu muslim Uyghur mencuat, sebagian umat Islam Indonesia segera bereaksi. Juga ketika isu muslim Rohingnya mengemuka, lini masa media sosial pun riuh dengan perdebatan. Hal sama ...
Read more 0 “Barang impor selalu menggiurkan.” Mungkin istilah ini tepat untuk menggambarkan penetrasi ideologi transnasional di Indonesia. Bagimana tidak, bagi sebagian orang, corak keberagamaan yang datang dari luar lebih menarik –bahkan dianggap lebih asli –dari pada cara keberagamaan dalam negeri. Paham, ajaran, dan gaya kebergamaan yang datang dari luar langsung disamput dengan ...
Read more 0 Salah satu imun paling ampuh yang membuat seseorang tak sudi menjadi bagian dari kelompok radikal-terorisme adalah rasa nasionalisme dan cinta Tanah Air. Nasionalisme dan cinta Tanah Air yang terus dirawat adalah benteng kokoh penangkal ideologi radikal atau transnasional. Hari-hari ini, kita dibuat takjub dengan sebuah karya luar biasa dari anak ...
Read more 0
