Mengapa potensi “civil-distrust” jauh lebih berkembang, mengakar dan bahkan membudaya di setiap perhelatan demokrasi kita. Dari pada senggama budaya “civil-trust” rasa saling percaya? Fenomena ini sejalan dengan egosentrisme masyarakat yang selalu dihadapkan dengan “lanskap” ketidakpercayaan dengan melakukan pembangkangan “Civil Disobedience” dalam banyak hal. Perhelatan demokrasi Pancasila kita tereduksi oleh jejaring ...
Read more 0 Narasi
Konsep negara dibangun di atas kesalingpercayaan. Dalam teorinya, semua lapisan diasumsikan memberikan kepercayaan kepada satu kolompok tertentu untuk menjalankan negara. Pihak yang terakahir ini disebut pemerintah, pihak yang pertama disebut rakyat. Inilah yang disebut kontrak sosial. Artinya, negara lahir dari rahim budaya saling-percaya. Rakyat percaya kepada pemerintah, pemerintah percaya terhadap ...
Read more 0 Kepercayaan merupakan modal dasar dalam setiap kesuksesan. Tanpa adanya kepercayaan, setiap “kerja sama” akan selalu dibayang-bayangi perasaan tidak nyaman. Antara satu dengan yang lain takut dicurigai sehingga tidak bisa fokul dalam mengerjakan tugas-tugas mulia. Dalam konteks kenegaraan, kepercayaan juga mesti dibudayakan. Jangan sampai para pejabat tidak bias fokus dalam bekerja ...
Read more 0 Dalam konteks Indonesia, tidak perlu ada perbedaan dan pemisahan antara agama dan negara. Beragama dan bernegara bisa senada dan seirama. Semua itu sudah dirangkum dalam butir-butir Pancasila yang menampung semua perbedaan dan kepentingan. Indonesia merupakan negara yang berbeda dengan negara lain, karena mampu membangun spirit kebangsaan dengan agama. Sederhananya, Indonesia ...
Read more 0 Kalau kita telaah sejarah santri merupakan salah satu entitas penting dalam sejarah panjang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sedari perjuangan merebut kemerdekaan, mempertahankannya, pun hingga mengisi kemerdekaan, santri selalu menjadi bagian penting dari pembangunan dan keutuhan NKRI. Kecintaan santri terhadap NKRI tak perlu diragukan lagi. Sebagaimana Muhammadun (2017) mengatakan bahwa ...
Read more 0 Saling percaya merupakan sebuah modal penting dalam membangun bangsa. Hal ini karena suatu sistem kenegaraan tidak bisa digawangi sendiri, butuh banyak stakeholders yang harus saling mendukung dan memerankan peran masing-masing sehingga dapat membangun sinergi. Bersama-sama mewujudkan konsolidasi demokrasi yang sehat di segala lini kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam konteks negara ...
Read more 0 Kiprah pesantren di era millenial seperti saat ini semakin besar dan signifikan, terutama untuk menekan paham-paham atau gerakan radikalisme yang kerap ‘memperkosa’ atau mempelintirkan ayat-ayat Alquran demi kepentingan mereka sendiri. Pesantren sudah saatnya go public, menyuarakan, bahkan merebut narasi-narasi keagamaan paham komunis dan ekstrimis di dunia maya. Tidak hanya sekedar ...
Read more 0 Demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang dibangun atas dasar kesalingpercayaan. Ini bisa dilihat dari sila keempat sebagai dasar Demokrasi Pancasila berada di antara sila ketiga, yakni persatuan dan sila kelima, yakni keadilan sosial. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah/kebijaksanaan dalam permusyaratan mempunyai dua syarat sekaligus: persatuan dan keadilan sosial. Kedua syarat ini ...
Read more 0 K.H. Hasyim As’ari, K.H. Ahmad Dahlan, KH Ahmad Sahal, dan KH Imam Zarkasy, merupakan diantara tokoh yang memiliki peranan besar dalam pembangunan bangsa. Mereka dahulunya menimba ilmu di pondok pesantren. Sebuah tempat untuk membentuk karakter santri agar semakin terasah jiwa kepemimpinan, kemandirian, tanggung jawab, serta wawasan. Tradisi pesantren yang begitu ...
Read more 0 Dalam kancah sosial politik, Francis Fukuyama dalam bukunya Trust: The Social Virtues and The Creation of Prosperity pada 1995,selalu menggaungkan betapa pentingnya sebuah “lakon” peradaban bangsa. Dengan tingkat kebudayaan saling percaya yang sangat tinggi “Community base on trust culture”. Hal ini sebagai keniscayaan terpenting untuk membangun Counter activity di tengah ...
Read more 0
