Sejarah Indonesia mencatat peran krusial organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam merajut tenun kebangsaan dan menciptakan harmoni sosial. Jauh sebelum Indonesia merdeka, berbagai perkumpulan berbasis keagamaan dan kedaerahan telah lahir, tidak hanya sebagai wadah aspirasi tetapi juga sebagai motor penggerak perdamaian dan kemajuan. Organisasi seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, misalnya, sejak ...
Read more 0 Narasi
Jumat (18/4), dinihari, jalanan di Pondok Rangon, Kampung Baru, Depok, memantulkan nyala api dari tiga mobil polisi yang dibakar massa. Aksi anarkis itu dilakukan oleh anggota Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, mempertontonkan kekuatan destruktif ormas di tengah masyarakat. Mirisnya lagi, insiden tersebut hanyalah satu dari rangkaian kasus yang menegaskan ...
Read more 0 Di era modern, kemajuan sebuah negara ditentukan dari pembangunan ekonominya. Dan, salah satu faktor penentu pembangunan ekonomi adalah stabilitas sosial. Stabilitas sosial itu bergantung pada keamanan dan ketertiban masyarakat. Maka, mustahil jika ada negara yang kacau dan dilanda konflik sosial, ekonominya bisa maju dan kuat. Stabilitas sosial dan politik juga ...
Read more 0 Di tengah dinamika global dan regional yang semakin kompleks, fenomena lone wolf terrorism—aksi teror individu yang bergerak sendiri tanpa afiliasi langsung dengan jaringan besar—menunjukkan tren yang semakin mengkhawatirkan. Dalam beberapa tahun terakhir, kecenderungan keterlibatan perempuan dalam aksi-aksi semacam ini juga semakin meningkat, mematahkan stereotip lama bahwa terorisme adalah hanyalah dunia ...
Read more 0 Peringatan Hari Kartini menjadi momentum yang tepat untuk membahas ihwal fenomena teroris perempuan. Seturut data BNPT, dalam beberapa tahun ini, keterlibatan perempuan dalam gerakan radikal terosisme mengalami transformasi. Bukan hanya dari segi jumlah, namun juga perannya. Di masa lalu, keterlibatan perempuan dalam terorisme lebih banyak terjadi di belakang layar. Misalnya ...
Read more 0 “Hijrah mestinya menjadi jalan pencerahan, bukan pembatasan. Hijrah seharus membuka jalan lebih partisipatif, bukan memilih lebih ekslusif” Fenomena hijrah belakangan ini menjamur, terutama di kalangan perempuan muda Muslim. Mereka berbondong-bondong mengikuti kajian, mengubah penampilan dengan jilbab syar’i bahkan cadar, dan aktif dalam komunitas dakwah daring maupun luring. Hijrah dipahami sebagai ...
Read more 0 R.A. Kartini, seorang perempuan yang lahir pada akhir abad ke-19, dikenal sebagai pelopor dalam perjuangan kesetaraan perempuan di Indonesia. Pemikiran dan perjuangannya tidak hanya terbatas pada hak-hak dasar perempuan, tetapi juga memperkenalkan gagasan mengenai pendidikan dan peran perempuan dalam kehidupan publik. Semangat Kartini dapat dianggap sebagai pintu gerbang menuju partisipasi ...
Read more 0 Setiap kali Hari Kartini diperingati, selalu muncul narasi-narasi yang berusaha mendistorsi kepahlawanan Kartini. Upaya mendistorsi kepahlawanan Kartini ini dapat dilihat dari setidaknya tiga narasi. Pertama, narasi klasik yang menyebut bahwa Kartini tidak layak dijadikan panutan perempuan muslim karena ia tidak berjilbab. Narasi yang demikian ini jelas ahistoris. Membandingkan sebuah konteks ...
Read more 0 Bayangkan Budi, seorang anak laki-laki berusia lima tahun yang baru memasuki taman kanak-kanak. Gurunya terkesan dengan rasa ingin tahu Budi yang besar, kemampuannya mengungkapkan perasaan sederhana, dan cara dia berbagi mainan dengan teman-temannya. Di balik kesiapan Budi, ada peran Ibu Wati, ibunya. Sejak Budi bayi, Ibu Wati sering mengajaknya bicara ...
Read more 0 Pada tanggal 21 April setiap tahun, Indonesia memperingati Hari Kartini sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan seorang wanita luar biasa, R.A. Kartini. Kartini dikenal sebagai pahlawan yang memperjuangkan pendidikan dan hak-hak perempuan di Indonesia pada masa penjajahan. Melalui surat-surat yang ia tulis, Kartini mengungkapkan visi besar untuk memajukan perempuan, yang tidak ...
Read more 0
