Senin, 28 Mei, 2018
Informasi Damai
Archives by: Siti Muyassarotul Hafidzoh

Siti Muyassarotul Hafidzoh

Siti Muyassarotul Hafidzoh Posts

Kartini, Kearifan Lokal, dan Literasi Perempuan

Suara Kita
Membaca Kartini akan selalu melekat sebagai tokoh pergerakan perempuan Indonesia. Pramoedya Ananta Toer sampai melihat sosok Kartini sebagai peletak gerakan sejarah modern Indonesia, karena mampu membangkitkan kaum perempuan dalam mengubah wajah Nusantara. Di tangan Kartini, perempuan saja berdaya untuk dirinya sendiri, tetapi juga berdaya dengan karya dan literasinya untuk kemajuan bangsa. Kartini bukanlah orang yang berdiam diri dengan “singgasana” kebangsawanannya, melainkan orang yang resah dan terjun langsung memberikan etos kebangkitan, ...
Read more 0

Pancasila dan Kearifan Lokal: Pondasi Tangkal Ideologi Transnasional

Pancasila dan Kearifan Lokal
Suara Kita
“Hidup sesuatu bangsa tergantung dari vrijheids-bewus-tzijn, kesadaran kemerdekaan-kebangkitan bangsa itu; tidak dari teknik; tidak dari industri; tidak dari pabrik atau kapal terbang atau jalan aspal.” Pernyataan Bung Karno ini sangat tepat menggugah semua anak bangsa untuk kembali menatap masa depan dengan bekal merdeka dan bangkit. Jiwa yang teguh dan setia dengan NKRI akan menjadi motor penggerak kebangkitan Indonesia. Jiwa inilah yang akan mengisi kekosongan ideologis bangsa ini, sehingga revolusi mental ...
Read more 0

Menuju Medsos yang Rahmatan Lil’alamin

Suara Kita
Tahun 2018 merupakan tahun politik. Agenda besar demokrasi lokal akan dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di Jawa. Media sosial sangat strategis perannya, karena bisa langsung diakses semua pengguna di berbagai pelosok desa sekalipun. Dari sini, media sosial akan dimanfaatkan untuk kepentingan hajatan demokrasi. Kalau digunakan untuk kebaikan, itulah yang selalu diharapkan. Tetapi kalau digunakan untuk memecah belah persatuan, maka semua pihak harus bersatu melawannya. Karena media sosial hanyalah ...
Read more 0

Mengikis Adu Domba dengan Pendidikan Toleransi Sejak Dini

Suara Kita
Jagat dunia maya bukan saja melahirkan kemudahan komunikasi, tetapi juga memudahkan lahirnya intoleransi yang disebarkan melalui berita hoax. Tragisnya, anak-anak kecil sudah mulai menjadi korban. Untuk itu, dunia maya menjadi ruang sagat strategis dalam menguatkan kembali pendidikan anti-radikalisme. Penguatan tidak cukup hanya bagi mereka yang sudah di bangku pendidikan menengah dan kuliah. Justru, usia dini menjadi masa emas untuk membentuk karakter anak yang toleran dan menghargai sesama. Hadirnya smartphone harus ...
Read more 0

Pemuda, Perdamaian, dan Indonesia Raya

Suara Kita
“Hai pemuda dan pemudi! Engkau pembina hari kemudian. Orang mengatakan bahwa engkau itu adalah pupuk hari kemudian. Jangan terima! Kita ini bukan sekedar pupuk. Kami lebih dari pupuk. Di dalam jiwa kami tumbuh pula masyarakat yang baru itu. Dan dalam jiwa kami tumbuh segala apa yang menjadi cita-cita bangsa kami” (Bung Karno, 1958) Pernyataan Bung Karno ini sangat tepat dalam refleksi Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2017, sekaligus menggugah kaum muda agar ...
Read more 0

Gerakan Pramuka Meneguhkan Cita-cita Perdamaian Bangsa

Suara Kita
“Hai pemuda dan pemudi! Engkau pembina hari kemudian. Orang mengatakan bahwa engkau itu adalah pupuk hari kemudian. Jangan terima! Kita ini bukan sekedar pupuk. Kami lebih dari pupuk. Di dalam jiwa kami tumbuh pula masyarakat yang baru itu. Dan dalam jiwa kami tumbuh segala apa yang menjadi cita-cita bangsa kami.” Kalimat menggelora ini ditegaskan Bung Karno dalam apel besar Gerakan Pramuka pada 14 Agustus 1958. Pramuka merupakan gerakan kepanduan yang ...
Read more 0

Bersama-sama Mengisi Arah Hidup Bangsa

Suara Kita
 “Bangsa yang tidak mempunyai isi-hidup dan arah-hidup adalah bangsa yang hidupnya tidak dalam, bangsa yang dangkal, bangsa yang cetek, bangsa yang tidak mempunyai levensdiepte sama sekali.” Pernyataan Bung Karno ini sangat tepat untuk menjadi refleksi 72 tahun kemerdekaan Indonesia. Bung Karno mewanti-wanti agar semua elemen bangsa serius dalam membangun “isi-hidup” dan “arah-hidup” bagi anak bangsa. Lembaga pendidikan mempunyai tugas paling depan untuk membangun “isi-hidup” dan “arah-hidup” tersebut. Dari rahim lembaga ...
Read more 0

Keragaman dan Jihad Kewarganegaraan

Suara Kita
Mau hidup di Indonesia berarti tunduk dan ikhlas dengan wajah keaslian Nusantara, yakni keragaman. Nusantara ini diciptakan Tuhan bukanlah satu warna, tetapi dicipta dengan beragam suku, ras, agama, etnis, dan lainnya. Siapa yang mengingkarinya, alamat sedang melawan kuasa-Nya. Radikalisme dan terorisme seringkali menjustifikasi aksi dan gerakannya dengan wajah yang searah, homogen. Wajah heterogen tidak diterima, karena Islam yang mereka pakai untuk legitimasi gerakan bersumbu pendek, hanya mengakui yang seragam. Yang ...
Read more 0

Kerukunan dan Fitrah Keindonesiaan Kita

Suara Kita
 “(Ingatlah) ketika kamu menerima (berita bohong) itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit pun, dan kamu menganggapnya remeh, padahal dalam pandangan Allah itu soal besar.” (Q.S. An-Nur ayat 15). Firman Allah ini sangat tepat menggambarkan konflik dan permusuhan antar sesama akibat viral kebohongan yang dialirkan melalui media sosial. Kalimat ‘dari mulut ke mulut’ bisa dimaknai dengan dengan ‘dari laman ke laman’, ...
Read more 0

Manusia Fitri dan Agenda Deradikalisasi

Suara Kita
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah), (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan dalam ciptaan Allah, (itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Ar-Rum, ayat 30). Firman Allah ini menjadi salah satu referensi ihwal makna fitri. Ayat ini menafsirkan makna fitri dengan dirinya sendiri, yakni fitrah adalah agama yang lurus, Islam atau tauhid. Fitrah inilah yang dianugerahkan kepada ...
Read more 0
Translate »