Sastrawan dan wartawan Mochtar Lubis dalam bukunya Manusia Indonesia mengidentifikasi ciri manusia Indonesia ke dalam sejumlah karakter. Antara lain, munafik, tidak bertanggung jawab, feodal, percaya takhayul, artistik dan lemah karakternya. Barangkali itu hanyalah bentuk sinisme dari seorang Mochtar Lubis. Namun, jika dilihat dalam kacamata yang obyektif, identifikasi itu bisa jadi ...
Read more 0 Narasi
Kekerasan telah menjadi budaya sebagian masyarakat dalam menyelesaikan persoalan. Tidak jarang, kekerasan juga dijustifikasi dengan mengeksploitasi ajaran agama. Panggung kekerasan terorisme acapkali membajak agama sebagai pembenarannya. Agama memang tidak mengajarkan kekerasan. Namun, pada akhirnya agama menjadi korban fitnah atas perilaku oknum umat beragama yang menjadikan agama sebagai alat pembenaran. Kenapa ...
Read more 0 Beberapa hari ini, ruang publik digital kita heboh oleh sederet peristiwa memilukan. Mulai dari kasus pembubaran ibadah umat Kristen di Gereja Kemah Daud, di Lampung, peristiwa penganiayaan remaja, sampai kerusuhan di Wamena, Papua. Sederet peristiwa itu menandai masih langgengnya kultur kekerasan di tengah masyarakat. Pembubaran ibadah merupakan kekerasan struktural yang ...
Read more 0 Hanya Islam agama di sisi Tuhan. Islam satu-satunya agama yang sah dalam pandangan-Nya (QS. Ali Imran: 19). Semua umat Islam meyakini dan mengklaim: hanya agama Islam yang benar. Lainnya salah. Inilah tauhid yang harus diimani tanpa keraguan. Penganut agama yang lain memiliki prinsip yang sama: hanya agamanya yang benar. Lainnya ...
Read more 0 Mikroorganisme virus radikalisme-terorisme dan intoleransi di Indonesia sejatinya tidak stagnan ke dalam satu “inang”. Memiliki ragam sistem saluran infeksi, seperti; menginfeksi spirit kebangsaan-nya agar hilang. Menginfeksi pola beragama, lalu menjadi eksklusif dan menghilangkan moralitas seseorang menjadi radikal, brutal dan zhalim. Di sinilah letak pentingnya 5 vaksin BNPT yang telah disosialisasikan ...
Read more 0 Politik identitas bukanlah hal baru di Indonesia. Sebut saja, dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada 2019 lalu juga terendus banyaknya praktek politik identitas sebagai lanjutan success story dari kontestasi politik di Pilgub DKI. Isu penistaan agama terus digoreng secara massif oleh kelompok tertentu dengan target kepentingan politik. Tidak murnia ...
Read more 0 Kita mungkin bertanya-tanya, apa kaitannya politik identitas dengan radikalisme? Kalau kita pahami secara orientasi, politik identitas itu bersifat destruktif atas keragaman. Sedangkan radikalisme, memang sejak dulu menginginkan keragaman itu hancur. Dari konsep di atas, kita bisa memahami satu pola. Bahwa, politik identitas ini sebetulnya adalah “benih” dari radikalisme. Maka, dari ...
Read more 0 Secara kalkulasi politik, masjid (rumah ibadah) sangat potensial dijadikan sebagai tempat kampanye terselubung dengan memanfaatkan mimbar agama yang ada. Pengalaman kita dalam beberapa kali menyelenggarakan Pemilu pasca Reformasi membenarkan asumsi atau hipotesis di atas. Pada umumnya, politisasi rumah ibadah itu dilakukan oleh sejumlah tokoh agama yang secara elektoral dekat atau ...
Read more 0 Tahun 2024 merupakan tahun Politik Pemilu sebagai ruang kontestasi politik serentak. Nuansa kontestasi sudah mulai terasa pada tahun ini. Berbagai manuver partai politik dan calon pemimpin sudah dijalankan. Namun, satu hal yang perlu diingatkan bahwa kepentingan politik praktis jangan sampai merusak kebhinekaan dan persatuan masyarakat melalui permainan politik identitas. Negara ...
Read more 0 Suatu ketika pemuda itu dengan semangat berapi-api menegaskan akan membangun perjuangan dari masjid sebagaimana Rasulullah SAW melakukan setelah hijrah. Ia akan menjadikan masjid sebagai ruang jihad politik. Bukan merinding mendengarnya, tetapi menggelikan. Masjid, menurutnya, bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga jadi pusat tempat akupansi ide dan juga etalase gagasan. Di ...
Read more 0
