Dalam konteks dunia modern yang serba digital, makna hijrah perlu dimaknai ulang secara lebih relevan. Hijrah hari ini bukan lagi sekadar perpindahan fisik dari satu tempat ke tempat lain, melainkan hijrah nalar dan perilaku—sebuah peralihan dari kebiasaan konsumsi informasi yang serampangan menuju keadaban digital yang tercerahkan. Dunia maya saat ini telah ...
Read more 0 Narasi
1445 tahun yang lalu, Nabi Muhammad berhijrah dari Mekkah ke Yatsrib yang kelak bernama Madinah. Peristiwa monumental dan dramatis itu menandai babak baru perjalanan dakwah Islam. Bisa dikatakan, hijrah adalah tonggak awal dimulainya peradaban Islam yang menjadi fondasi dunia Islam saat ini. Hijrah yang dilakukan Rasulullah kala itu adalah manifestasi ...
Read more 0 Dalam sejarah Islam, hijrah bukan sekadar perpindahan geografis. Ia adalah transformasi nilai, perubahan cara pandang, dan kelahiran kembali dalam misi kemanusiaan. Nabi Muhammad SAW berhijrah dari Makkah, kota kelahiran yang penuh penindasan, menuju Madinah—sebuah ruang baru tempat beliau membangun peradaban damai, keadilan sosial, dan toleransi antarkelompok. Makna hijrah itu kini ...
Read more 0 Dalam banyak kesempatan, Presiden Prabowo Subianto selalu mewanti-wanti agar masyarakat waspada pada intevensi asing. Bentuk intervensi asing di zaman modern ini bukan sekadar ancaman keamanan melalui agresi militer. Namun, mewujud ke sejumlah ancaman strategis berupa narasi adu-domba, upaya melemahkan pemerintahan yang sah, sampai konspirasi dalam ekonomi dan politik. Aktor intervensi ...
Read more 0 Dunia sedang berada dalam persimpangan yang genting. Eskalasi konflik geopolitik di berbagai belahan dunia—dari perang Rusia-Ukraina, krisis di Timur Tengah, hingga terbaru ketegangan Israel vs Iran yang ditopang juga intervensi Amerika. Konflik yang semakin terbuka ini telah mengguncang tatanan global pasca-Perang Dingin. Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Tentu sebagai negara yang ...
Read more 0 Ketika dunia menggaungkan perdamaian, sebagian justru menjawabnya dengan kebencian. Di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, perdamaian seringkali menjadi korban dari narasi-narasi kelompok yang fanatis terhadap satu dogma tertentu, politik identitas, dan ideologi kebencian. Umat yang harusnya menjadi pelopor terciptanya kasih sayang dan kedamian, tidak jarang terjebak dalam sikap eksklusif, defensif, ...
Read more 0 Radikalisme merupakan penyakit sosial yang dapat merusak tatanan perdamaian di dalam negeri dan merusak hubungan internasional. Virus radikalisme dapat menyusup ke dalam berbagai lapisan masyarakat, tanpa pandang bulu, dan berkembang biak melalui ketidakpuasan sosial, ketidakadilan, serta penyalahgunaan ideologi. Negara Indonesia yang menjunjung tinggi kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, radikalisme ...
Read more 0 Prinsip Dar’ul Mafasid Muqaddamun ‘ala Jalbil Masalih, yang secara sederhana berarti “menghindari kerusakan lebih didahulukan daripada meraih manfaat,” bukan hanya sekadar kaidah dalam fiqh Islam, tetapi juga sebuah pedoman hidup yang dapat diaplikasikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam kebijakan negara dan hubungan internasional. Dalam konteks Indonesia, prinsip ini dapat ...
Read more 0 Nasionalisme adalah semangat mencintai tanah air dan komitmen menjaga keutuhan bangsa. Namun, dalam perkembangannya, nasionalisme dapat mengalami distorsi menjadi “nasionalisme sempit”—sebuah pandangan yang fanatik, eksklusif, dan cenderung menolak perbedaan atau keterbukaan terhadap dunia luar. Di era digital saat ini, ketika batas antarnegara menjadi kabur karena internet, muncul tantangan baru: bagaimana ...
Read more 0 Perang Iran dan Israel akhir-akhir ini tidak hanya berdampak pada situasi geopolitik global, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terkait dengan paparan konten kekerasan di media sosial terhadap anak-anak. Perlindungan anak di ruang digital harus semakin diperkuat. Banyak video, gambar, dan narasi mengerikan tentang korban sipil, serangan udara, serta kekacauan di wilayah ...
Read more 0
