Rabu, 30 November, 2022
Informasi Damai
Damai

Damai

Substansi Puasa; Tarbiyah Ruhani dan Muhasabah Kebangsaan

Narasi
Puasa berasal dari kata dalam Bahasa Arab, shaum yang bermakna menahan diri. Menahan diri dari nafsu biologis (makan, minum dan seksual) ialah level paling dasar dalam aktivitas puasa. Di atasnya lagi ada menahan diri dari segala nafsu negatif (nafsu lawwamah). Bentuk nafsu lawwamah ini tentu bermacam-macam dan mengalami evolusi setiap zamannya. Di era disrupsi digital ini, nafsu negatif itu bisa berwujud antara lain seperti kegemaran kita menyebarkan disinformasi, hingga kebiasaan ...
Read more 0

Beginilah Nasib Puasa Para Penyebar Hoax

Narasi
Puasa pada dasarnya adalah madrasah hati agar bisa menahan diri dari segala bentuk kemaksiatan. Betapa tidak, puasa mensyariatkan menahan dari melakukan perbuatan halal, semisal makan-minum dan berkumpul dengan pasangan sah, semenjak terbit fajar hingga terbenam matahari. Yang halal saja harus ditinggalkan apalagi yang maksiat. “Bukanlah maksud syari’at puasa adalah menahan lapar dan dahaga saja. Dalam puasa haruslah bisa mengendalikan syahwat dan memenej jiwa agar memiliki hati yang tenang. Jika tidak ...
Read more 0

Mewaspadai Dakwah Virtual Radikal di Bulan Ramadan

Narasi
Bulan Ramadan yang dinantikan umat Islam seluruh dunia kembali tiba. Kita bersuka-cita menyambutnya. Sederet resolusi telah kita siapkan. Meluangkan waktu lebih banyak untuk beribadah kiranya menjadi prioritas sebagian besar muslim. Dalam konteks ini, menikmati kajian agama kiranya merupakan aktivitas yang tidak boleh alpa bagi sebagian muslim. Jika melihat kecenderungan yang mengemuka dalam beberapa tahun terakhir ini, Ramadan selalu semarak oleh dakwah Islam yang dilakukan secara daring alias virtual. Kemajuan teknologi ...
Read more 0

Pesan Persaudaraan di Bulan Ramadhan

Narasi
“Wahai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa (Al-Baqarah : 183).” Riwayat Ibnu Jarir dan Muadz bin Jabal menyebutkan jika asbabun nuzul dari ayat ini berkenaan dengan Rasulullah yang menjalankan puasa Asy Syura (puasa tanggal 8, 9, 10 Muharram) sebelumnya. Saat Rasulullah hijrah ke Madinah, beliau melihat orang Yahudi berpuasa di tanggal 10 Muharram. Maka tahun 2 Hijriyah Allah menurunkan Q.S. Al ...
Read more 0

Puasa dan Gerakan Sosial untuk Peduli Sesama

Narasi
Kembali menahan lapar, haus, tidak makan, minum dan tidak berhubungan badan dari waktu imsak hingga adzan mangrib dikumandangkan kembali akan kita laksanakan sebagai umat muslim.  Tepatnya, mulai hari Selasa 13 April, besok. Namun, pertanyaannya kemudian: hanya seperti itukah puasa; hanya sekadar menahan diri untuk tidak minum, makan, dan berhubungan badan (di siang hari) bagi kita yang melaksanakan? Secara kaidah fikih hal itu tidaklah salah. Alias betul. Tetapi perlu kita catat ...
Read more 0

Manusia Tuna Agama dan Fatwa Jihad Versus Terorisme

Narasi
Dua tragedi teror yakni bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makasar dan serangan di Mabes Polri adalah bukti bahwa masih ada sekelompok oknum manusia tuna agama yang tidak bisa membedakan jihad dan Terorisme. Padahal kalau kita merujuk Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No. 3 Tahun 2004 Tentang Terorisme jelas membedakan keduanya. Terorisme adalah tindakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan peradaban yang dapat menimbulkan ancaman serius terhadap kedaulatan negara; bahaya terhadap ...
Read more 0

Kembali ke Wajah Islam Indonesia

Narasi
Aksi tindakan bom bunuh diri dan arogansi berlabel Islam ini sebetulnya bukanlah ciri khas wajah Islam Indonesia, yang telah lama hidup dan mengakar di bumi pertiwi. Karena wajah Islam yang penuh kezhaliman, kebencian dan kemungkaran semacam itu murni “virus dari luar” yang memengaruhi cara berislam masyarakat Indonesia. Karena bentang perjalanan Islam Indonesia, sejatinya mengikrarkan  wajah Islam yang terbuka, mampu membangun dialogis kultural, tidak saling mengganggu, saling menghormati dan anti-konflik. Karena ...
Read more 0

Kau Bom Rumah Ibadah Agama Lain, Yang Mati Sejatinya Imanmu!

Narasi
Kau berjalan ke arah rumah ibadah agama lain. Kau mendekatinya dan meyakini semua keputusan untuk melakukan bom bunuh diri itu perintah-Nya. Semata demi harapan agar imanmu bisa menyala di hadapan-Nya. Kau lakukan itu sambil berteriak menyebut kalimat tauhid “Allah Akbar” berkali-kali. Lalu kau ledakkan dirimu, Maka yang mati sejatinya dirimu dan imanmu sendiri. Hancur berkeping-keping secara tidak terhormat di hadapan-Nya.  Kau sebut nama Allah yang maha besar, tetapi kau mencoba ...
Read more 0

Terorisme Milenial dan “Jalan Terjal” Moderasi di Ruang Virtual

Narasi
Rentetan insiden terorisme yakni aksi bom bunuh diri pasangan suami istri di Makassar (28/3) disusul pula penyerangan seorang perempuan di Mabes Polri (31/3) telah membuat trauma publik. Kedua insiden ini ternyata dilakukan oleh kalangan milenial (pemuda). Berdasarkan survei BNPT, ada sekitar 80 persen generasi muda rentan terpapar radikalisme karena cenderung tidak berpikir kritis.    Tidak seperti umumnya yang terjadi, aksi terorisme dalam satu dekade belakangan ini memang seringkali melibatkan kaum ...
Read more 0

Terorisme dalam Perspektif Sayyidina Ali bin Abi Thalib

Narasi
Abi Abdillah Nu’aim bin Hammad al Marwazi pernah meriwayatkan perkataan Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang tertuang di dalam kitab al-Fitan. Bahwasanya “Akan datang suatu kaum yang hati mereka seperti serpihan besi, mereka tidak memiliki belas-kasihan, mereka ibaratkan kekurangan akal, tidak ada kasih sayang dan sebetulnya mereka tidak paham agama. Karena “agama” mereka hanyalah membunuh apa saja. Bendera mereka hitam, mereka sering-kali menyebut sebagai Ashab al-Daulah atau Daulah Islamiyah”. PerspektifSayyidina ...
Read more 0