Minggu, 6 April, 2025
Informasi Damai
Damai

Damai

Benalu Istilah “Toleransi Kebablasan”: Toleransi Harus Totalitas dan Penuh Ketulusan

Narasi
Istilah toleransi kebablasan sering kali muncul di kalangan tertentu sebagai kritik terhadap sikap keterbukaan yang ditunjukkan dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satu contoh yang sering disorot adalah kedatangan Paus ke Indonesia yang disambut dengan meriah, tidak hanya oleh umat Katolik tetapi juga oleh berbagai lapisan masyarakat, termasuk Imam Besar Masjid Istiqlal, KH Prof Nasaruddin Umar. Kedekatan antara keduanya menjadi sorotan. Bahkan kedatangan Paus ke Masjid Istiqlal dianggap toleransi kebablasan. Beberapa pihak ...
Read more 0

Kerentaan Sosial yang Dimanfaatkan Kelompok Radikal : Pelajaran dari Timur Tengah

Narasi
Gejolak sosial dan politik sering kali menjadi ladang subur bagi tumbuh dan berkembangnya kelompok-kelompok radikal. Situasi yang tidak stabil, ketidakpuasan masyarakat, serta perpecahan politik merupakan kondisi yang sering kali dimanfaatkan oleh kelompok radikal untuk menebar pengaruh dan melancarkan aksinya. Kerentanan merupakan lingkungan sosial dinamis yang melekat pada masyarakat yang tidak siaga terhadap perubahan. Aspek kerentanan sosial menerpa siapapun yang tidak memiliki akses pengetahuan, wawasan dan ketahanan dalam menghadapi situasi sosial ...
Read more 0

Penumpang Gelap Aksi Demonstrasi dan Pentingnya Tabayun Kebangsaan

Narasi
Kelompok radikal memiliki strategi sangat piawai dalam upaya memuluskan niat untuk menguasai NKRI. Setiap momen dimanfaatkan secara baik. Demonstrasi sebagai medium penyampai aspirasi dalam negara demokrasi, tak luput dijadikan kesempatan untuk menciptakan situasi buruk sehingga timbul kebencian di hati masyarakat terhadap negara. Supaya masyarakat menganggap “negara tak beradab”. Kita masih ingat sinyalemen adanya penumpang gelap dalam gerakan mahasiswa yang menuntut pembatalan revisi UU KPK dan menolak sejumlah pengesahan RUU tahun ...
Read more 0

Ideologi Radikal Tak Pernah Bubar, Mewaspadai Reinkarnasi Jamaah Islamiyah

Ideologi Radikal Tak Pernah Bubar, Mewaspadai Reinkarnasi Jamaah Islamiyah
Narasi
Dalam beberapa minggu terakhir, pembubaran Jamaah Islamiyah (JI) sebagai sebuah organisasi menjadi sorotan publik. Berbagai pihak menyambut pembubaran ini dengan lega, menganggapnya sebagai akhir dari salah satu jaringan teror paling berbahaya di Asia Tenggara. Namun, euforia ini sebaiknya disertai dengan kewaspadaan tinggi akan reinkarnasi JI. Sejarah telah menunjukkan bahwa ideologi radikal tidak mudah padam. Pembubaran sebuah organisasi teroris sering kali hanyalah taktik yang bertujuan untuk bertahan dan beradaptasi. Dalam konteks ...
Read more 0

Desiminasi Deradikalisasi Deradikalisasi Pasca Bubarnya JI

Narasi
Pada tanggal 30 juni 2024 publik Indonesia dikejutkan dengan kabar bubarnya organisasi radikal Jamaah Islamiyyah. Kabar tersebut menjadi berita gembira karena organisasi yang berpaham radikalisme satu persatu mulai tutup buku di Indonesia. Selain mendeklarasikan pembubaran organisasi tersebut, 16 tokoh senior JI pun menyatakan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Terlepas dari berita bubarnya JI dan kembalinya 16 tokoh ke NKRI, ada pertanyaan tentang apakah bubarnya JI karena massifnya gerakan ...
Read more 0

Mencegah Bertumbuhnya Sel-Sel Terorisme Baru Setelah Bubarnya JI, Ini 6 Strateginya!

Narasi
Bubarnya organisasi Jamaah Islamiyah (JI) baru-baru ini menjadi angin segar bagi keamanan nasional Indonesia. Namun, harus diingat bahwa sejarah telah menunjukkan bahwa pembubaran sebuah organisasi teroris tidak serta merta menghentikan penyebaran ideologi radikal yang menjadi akar dari aksi-aksi terorisme yang selama ini terjadi. Ideologi radikal memiliki kemampuan untuk beradaptasi, menyusup, dan berkembang dalam berbagai bentuk sel dan jaringan kecil . Karena itu, pasca bubarnya JI, masih dibutuhkan strategi ekstra untuk ...
Read more 0

Taubat Ideologis JI; Hijrah Menuju Paham Ahlusunnah wal Jamaah

Narasi
Salah satu poin dalam deklarasi pembubaran Jamaah Islamiyyah adalah komitmen untuk mengadaptasi paham Ahlussunnah Wal Jamaah. Poin ini menarik mengingat JI selama ini identik dengan lahan wahabi-salafi. Meski mereka tidak secara eksplisit mengakui bahwa mereka menganut paham salafi-wahabi, namun dari karakteristik, mereka identik dengan lahan tersebut. Hal itu bisa dilihat antara lain dari corak penafsiran atas teks keaagamaan yang cenderung tekstualistik-literalistik. Mereka menafsirkan ayat keagamaan secara harfiah sehingga melahirkan tafsir ...
Read more 0

Melampaui Terorisme: Momentum Muharram dan Upaya Deradikalisasi Berbasis Nasionalisme

Narasi
Pembubaran Jamaah Islamiyah (JI) adalah tanda bahwa pemerintah Indonesia terus bergerak melakukan deradikalisasi organisasi keagamaan di Indonesia. Deradikalisasi adalah upaya untuk melunakan pandangan-pandangan agama yang ekstrim dan membentuk ulang pandangan tersebut agar lebih terbuka dan pluralis (Hafdir Zuhdi, 2021). Dalam konteks Indonesia, deradikalisasi tersebut mendambakan umat beragama yang lebih terbuka dan menghargai keragamaan Indonesia sebagai basis nasionalisme. Deradikalisasi, seperti halnya JI bukanlah sesuatu yang baru. Beberapa tahun lalu, pemerintah membubarkan ...
Read more 0

Mendesain Ulang Agenda Pemberantasan Ekstremisme Pasca Bubarnya Jamaah Islamiyyah

Narasi
Sebuah berita mengejutkan, namun menggembirakan datang di akhir bulan Juni lalu. Belasan tokoh Jamaah Islamiyyah, yang dipimpin Abu Rusydan membacakan deklarasi pembubaran organisasi tempat selama ini mereka bernaung. Deklarasi pembubaran JI itu memuat enam poin penting. Pertama, pembubaran organisasi Jamaah Islamiyyah dan komitmen kembali ke NKRI. Kedua, perubahan kurikulum lembaga pendidikan dan pesantren dibawah naungan JI ke arah paham ahlussunnah wa jamaah. Ketiga, membentuk tim pengkajian kurikulum dan materi ajar. ...
Read more 0

Pertempuran Terbesar di Bulan Muharram, Saksi Kandasnya Manuver Politik Yahudi di Perang Khaibar

Keagamaan
Sepanjang hidup Rasulullah, empat kali umat Islam berperang melawan kaum Yahudi. Empat pertempuran itu adalah Perang Bani Qainuqa’ (623M/2 H), Perang Bani Nadzir (625 M/4 H), Perang Bani Quraidzah (627 M/5 H), dan yang keempat adalah perang terbesar di zaman Nabi, Perang Khaibar (629 M/7 H). Khaibar merupakan basecamp orang Yahudi pada waktu itu. Populasi terbesar Yahudi di Arab berada di Khaibar. Khaibar adalah daerah yang kaya dan penuh dengan penghasil kurma. ...
Read more 0