Rabu, 4 November, 2026
Informasi Damai
Archives by: Nurrochman

Nurrochman

0 comments

Nurrochman Posts

Kenali Tiga Gejala Swa-Radikalisasi di Kalangan Generasi Z

Kenali Tiga Gejala Swa-Radikalisasi di Kalangan Generasi Z
Narasi
Euforia publik atas pembubaran diri Jamaah Islamiyyah belum sepenuhnya usai. Tetiba tersiar kabar aparat keamanan membekuk teroris di Batu, Malang. Tiga teroris berhasil ditangkap. Ditemukan pula bahan peledak berdaya ledak tinggi. Satu tersangka, berinisial HOK berusia 19 tahun. Ia simpatisan gerakan Daulah Islamiyyah dan belajar merakit bom melalui internet. Ia berniat meledakkan dua rumah ibadah di Malang. Kasus penangkapan ini patut menjadi catatan penting bagi kita. Pertama, pembubaran JI bukan ...
Read more 0

Membaca Potensi Teror di Olimpiade Paris 2024

Membaca Potensi Teror di Olimpiade Paris 2024
Faktual
Pesta olahraga sedunia yang digelar empat tahun sekali, yakni Olimpiade kembali digelar. Olimpiade tahun 2024 ini digelar di Paris, Perancis. Pesta pembukaan Olimpiade telah digelar pada Jumat 26 Juli 2024 lalu. Openig Ceremony itu memantik kontroversi publik lantaran diwarnai adegan yang dianggap menyinggung agama Nasrani dan mempromosikan kultur LGBT. Tulisan ini tidak hendak mengulas kontroversi upacara pembukaan Olimpiade Paris 2024 ini, namun bermaksud mengulas potensi teror di balik penyelenggaran pesta ...
Read more 0

Paradoks AI; Antara Kemalasan Berpikir dan Ancaman Radikalisasi

Paradoks AI; Antara Kemalasan Berpikir dan Ancaman Radikalisasi
Narasi
Sejarawan Yuval Noah Harari dalam bukunya, Homo Deus menyebut bahwa ancaman terbesar umat manusia adalah datangnya artificial intellegence alias kecerdasan buatan. Harari mengistilahkan AI sebagai automaton alias mesin cerdas yang bosa berpikir, menganalisa, dan menyimpulkan sendiri tanpa bantuan manusia. Puncaknya, automaton itu lantas menggantikan manusia sebagai makhluk yang punya kesadaran berpikir. Kekhwatiran Harari itu patut kita cermati seksama. Terutama pada bagian yang menyebut bahwa mesin automaton AI bisa menggantikan manusia ...
Read more 0

Proyeksi BNPT di Tengah Pancaroba Gerakan Ekstremisme-Terorisme

Proyeksi BNPT di Tengah Pancaroba Gerakan Ekstremisme-Terorisme
Narasi
Momen ulang tahun BNPT yang hampir bersamaan dengan deklarasi pembubaran Jamaah Islamiyyah (JI) memantik ragam pertanyaan di benak banyak pihak. Pertanyaan pertama, bagaimana peta gerakan ekstremisme agama pasca bubarnya JI? Apakah bubarnya JI ini adalah akhir dari gerakan ekstremisme agama, setidaknya di Indonesia atau kawasan Asia Tenggara? Pertanyaan, kedua bagaimana proyeksi BNPT ke depan pasca pembubaran diri JI? Akankah keberadaan BNPT tetap urgen dan relevan di tengah kebangkrutan JI sebagai ...
Read more 0

Pembubaran JI; Inikah Akhir Proyek Khilafah Islamiyyah di Asia Tenggara?

Pembubaran JI; Inikah Akhir Proyek Khilafah Islamiyyah di Asia Tenggara?
Deklarasi pembubaran Jamaah Islamiyyah adalah momen historis yang penting. Bagaimana tidak? JI adalah motor gerakan terorisme, tidak hanya di Indonesia, namun di Asia Tenggara. Para pendiri awal JI, yakni Abu Bakar Baasyir dan Abdullah Sungkar, membentuk organisasi tersebut sebagai kendaraan untuk mewujudkan agenda pendirian khilafah Islamiyyah di Asia Tenggara. JI adalah reinkarnasi dari NII (Negara Islam Indonesia) dalam skala yang lebih besar. Jika NII hanya ingin mendirikan negara Islam di ...
Read more 0

Membaca Perubahan Strategi Kelompok Radikal-Ekstrem Pasca Pembubaran JI

Photo 2024 07 08 17.13.00
Narasi
Satu demi satu organisasi radikal ekstrem tutup buku alias bubar. Mulai dari HTI dan FPI yang dibubarkan pemerintahan. Kini menyusul Jamaah Islamiyyah yang membubarkan diri secara sukarela. Video deklarasi pembubaran JI itu viral di dunia maya dan mendapat respon beragam dari netizen. Ada masyarakat yang percaya sepenuhnya bahwa pembubaran JI secara sukarela adalah bentuk kesadaran. Namun, ada pula yang tidak buru-buru percaya alias (wait and see). Video deklarasi yang hanya ...
Read more 0

Bahaya Formalisme Agama; Dari Perda Syariah ke Agenda Khilafah

Bahaya Formalisme Agama; Dari Perda Syariah ke Agenda Khilafah
Narasi
Pasca Reformasi, lanskap kesagaman di Indonesia diwarnai oleh fenomena formalism agama. Yakni perilaku beragama yang hanya mengedepankan ekspresi simbolik, namun abai pada subtansi atau esensi ajaran agama itu sendiri. Jika diamati, fenomena formalisme agama itu mewujud pada dua hal yakni formalisasi syariah dan agenda penegakan khilafah. Formalisasi syariah yani upay menjadikan hukum Islam sebagai hukum positif negara. Awalnya, formalisasi syariah diupayakan melalui jalur amandemen UUD 1945 dengan mengganti bentuk negara ...
Read more 0

Waspada Delegitimasi Tokoh Agama Moderat Melalui Narasi Ulama Su’

Waspada Delegitimasi Tokoh Agama Moderat Melalui Narasi Ulama Su'
Narasi
Istilah ulama su’ tiba-tiba menjadi trending topic di kalangan umat Islam, terutama di media sosial. Istilah itu muncul di tengah fenomena sejumlah ulama moderat yang memiliki kedekatan dan menunjukkan relasi yang harmonis dengan pemerintah. Ada pihak tertentu yang lantas melabeli mereka, para tokoh agama moderat itu dengan sebutan ulama su’. Istilah ulama su’ sebenarnya bukan barang baru. Istilah ini sudah ada sejak zaman dahulu. Bahkan, Alquran pun sudah memuat istilah ...
Read more 0

Ketika Tagar #FreePalestine Dibajak Pengasong Khilafah; Sebuah Analisa Netnografi

Ketika Tagar #FreePalestine Dibajak Pengasong Khilafah; Sebuah Analisa Netnografi
Narasi
Di era digital seperti sekarang, konflik regional bisa meluas menjadi isu global. Seperti halnya isu konflik Palestina-Israel yang telah menjadi trending topic global di kalangan netizen di seluruh antero dunia. Bermacam tanda pagar alias hastag pun bergema di linimasa media sosial. Salam satunya tagar FreePalestine yang kerap kali menjadi puncak trending topic media sosial, terutama X (Twitter). Namun, jika diamati cuitan dengan tagar FreePalestine itu tidak semuanya murni membela Palestina. ...
Read more 0

Waspada Infiltrasi Gerakan Konservatisme di Lembaga Keagamaan

Waspada Infiltrasi Gerakan Konservatisme di Lembaga Keagamaan
Narasi
Belum sepenuhnya reda, kontroversi publik akibat pernyataan petinggi MUI, Kiai Cholil Nafis yang menyebut tindakan biksu berdoa di masjid sebagai toleransi yang kebablasan, kini MUI kembali memantik polemik. Pada Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI di Banga Belitung, Kamis lalu, muncul satu fatwa yang mengharamkan umat Islam mengucapkan salam dari agama lain. Semisal Salam Sejahtera, Nammo Buddhaya, Om Swastiastu, atau Salam Kebajikan. Muslim haram mengucapkan salam agama lain karena di dalamnya ...
Read more 0