Senin, 26 Agustus, 2019
Informasi Damai
Archives by: Sholikul Hadi

Sholikul Hadi

Sholikul Hadi Posts

Pancasila Sumber Syariah Ukhuwah untuk Ber-NKRI

Pancasila Sumber Syariah Ukhuwah untuk Ber-NKRI
Suara Kita
NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) bersyariah hanya sekedar wacana sesorang yang pingin Indonesia menjadi Islami. Padahal, Indonesia bukan hanya menampung orang Islam saja. Di Indonesia adalah ruang bagi semua agama, suku, bangsa dan ras. Perbedaan-perbedaan yang ada telah disatukan dengan Pancasila. Sejatinya dasar isi Pancasila diadobsi dari nilai-nilai  Al-Qur’an dan Hadist untuk kemaslahatan NKRI. k.h Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan,“Pancasila Adalah serangkaian prinsip yang bersifat lestari. Ia memuat ide yang ...
Read more 1

Tetap NKRI: Secara Dasar Negara Indonesia Sangat Bersyariah!

Tetap NKRI: Secara Dasar Negara Indonesia Sangat Bersyariah!
Suara Kita
74 tahun kemerdekaan bangsa Indonesia. Kemerdekaan yang diperoleh bangsa ini bukan dengan cuma-cuma. Para pendahulu bangsa ini telah berjuang sampai darah penghabisan. Warisan kemerdekaan Indonesia harus dijaga dan selalu dirawat dari rong-rongan pihak yang mau menyengsarakan. Mulai dari Presiden Ir. Soekarno sampai Presiden Ir. Joko Widodo telah berusaha membangun bangsa ini. Semua pihak harus mengisi, mensyukuri dan bekerjasama menyempurnakan kemerdekaan. Bangsa ini bisa unggul serta terbebas dari ajakan paham radikalisme ...
Read more 0

Setelah Haji Jangan Merasa Paling Suci!

Setelah Haji Jangan Merasa Paling Suci!
Suara Kita
Haji merupakan ibadah yang tidak mudah, sebab mulai dari antrian keberangkatan haji di Indonesia rata-rata 18 tahun. Misalnya di daerah Sulawesi Selatan saja harus antri 36 tahun, DKI Jakarta 20 tahun antri dan yang paling cepat di daerah Maluku dengan 10 tahun mengantri berangkat haji. Untuk kondisi Sulawesi Selatan hendaknya mulai rentang usia 12 tahun (usia dibolehkan daftar haji) sampai usia 20 tahun menjadi waktu ideal daftar haji. Perlu mengetahui ...
Read more 1

Melestarikan Kesenian untuk Membendung Wabah Radikalisme

Melestarikan Kesenian untuk Membendung Wabah Radikalisme
Suara Kita
Banyak hasil penelitian yang menunjukkan bahwa radikalisme ada dimana-mana, mulai dari sekolah, masyarakat, kampus bahkan sampai menjamah rumah ibadah. Fenomena seperti ini menjadi tugas bersama baik masyarakat dan pemerintah. Membendung wabah radikalisme di Indonesia yang penuh keragaman orangnya, sukunya, bahasanya, RAS-nya, bangsanya dan kepercayaannya perlu kreatifitas tinggi. Misalnya menggunakan cara melestarikan budaya lokal yang baik, tentunya juga tidak menolak budaya baru yang lebih baik. Radikalisme (dari bahasa Latin radix yang berarti “akar”) adalah istilah ...
Read more 1

Moderasi dan Toleransi untuk Kerukunan di Jagad Media!

Moderasi dan Toleransi untuk Kerukunan di Jagad Media!
Suara Kita
Tak bisa dipungkiri, Media Sosial (Medsos) dalam perkembangan media telah mengambil posisi menandingi media-media konvensional atau tradisional, seperti televisi, radio atau media cetak. Keunggulan itu dapat terjadi karena medsos tidak membutuhkan tenaga kerja yang banyak, modal yang besar dan tidak terikat oleh infrastruktur produksi yang masif seperti kantor, gedung dan perangkat peliputan yang lain. Merebaknya situs medsos yang muncul menguntungkan banyak orang dari berbagai belahan dunia untuk berinteraksi dengan mudah ...
Read more 2

Pemilu Sudah Selesai, Saatnya Rekonsiliasi Media Sosial!

Pemilu Sudah Selesai, Saatnya Rekonsiliasi Media Sosial!
Suara Kita
Selama Pemilu (Pemilihan Umum) 2019 banyak yang menggunakan Media Sosial (Medsos) dalam kampanye secara positif, tapi tidak dipungkiri medsos menjadi media kampanye hitam. Efek dari kampanye hitam dapat memecah belah masyarakat. Hal inilah yang mendorong masyarakat Indonesia dengan jumlah 150 juta pengguna medsos untuk segera melakukan rekonsiliasi medsos. Medsos merupakan media daring, dengan para penggunanya mudah berpartisipasi, berbagi, berkomunikasi, berjejaring sosial dan negatifnya saling kritik yang membuat kegaduhan sosial. Andreas ...
Read more 2

Mempromosikan Kebhinekaan untuk Persatuan di Jagad Maya

Mempromosikan Kebhinekaan untuk Persatuan di Jagad Maya
Suara Kita
Era digital yaang ditandai dengan perkembangan Teknologi Informasi Komunikasi terus berlangsung dan berkembang begitu cepat serta semakin canggih. Perkembangan era digital ini dengan masifnya penggunaan internet sebagai media baru (new media), membawa konsekuensi pergeseran karakter khalayak menjadi audience, khalayak tidak lagi obyek pasif, namun dapat berperan menjadi produsen informasi (Prosumer), masyarakat sebagai khalayak tidak lagi pada posisi obyek yang dideterminasi media massa arus utama, tetapi lebih jauh dapat berperan memproduksi ...
Read more 2

Membangun Indonesia Damai di Ruang Maya dan Nyata

Membangun Indonesia Damai di Ruang Maya dan Nyata
Suara Kita
Sejatinya dalam kehidupan yang dibutuhkan manusia adalah kedaamaian. Berbicara kedamaian bukan hanya manusia saja yang butuh tetapi semua mahluk hidup. Maka untuk mewujudkan kedamaian perlu kerjasama semua pihak terkait, terutama manusia yang menjadi Pemimpin (Khalifah) mahluk di bumi. Sebagai pemimpin mahluk di bumi manusia harus bisa menciptakan dan mempertahankan kedamaian untuk mengayomi manusia khususnya. Kedamaian berasal dari kata damai, damai atau peace secara etimologis ditemukan sekitar abab 12 dari bahasa ...
Read more 1

Mudik, Lebaran dan Momentum Merajut Rekonsiliasi Nasional

Mudik, Lebaran dan Momentum Merajut Rekonsiliasi Nasional
Suara Kita
Budaya mudik lebaran tidak bisa dipisahkan dari Indonesia. Mudik atau dikenal pulang kampung bagi perantau suatu keniscayaan. Kerinduan-kerinduan terhadap kampung halaman, keluarga, tetangga, guru dan teman menjadi semangat untuk pulang. Apapun pekerjaan dan kesibukannya jika tidak dalam kondisi darurat ketika lebaran afdolnya itu mudik bagi perantau. Orang merantau pada umumnya memiliki beban batin. Pada hakikatnya semua orang pinginnya hidup satu lingkungan dengan keluarga. Hidup ideal yang diharapkan yaitu; rumah satu ...
Read more 2

Ramadan Sarana Memperkuat Fitrah Kerukunan Melalui Semangat Berbagi

Ramadan Sarana Memperkuat Fitrah Kerukunan Melalui Semangat Berbagi
Suara Kita
Puasa mengajarkan sifat senasib sepenanggungan. Lapar, haus dan menahan semua hal yang membatalkan puasa itu memberi pelajaran untuk bersyukur. Umat Islam harus pandai mengambil nilai puasa, terutama nilai saling berbagi. Sudah gamblang puasa memberi pelajaran bagaimana rasanya orang fakir miskin merasakan lapar dan haus setiap hari. Ramadan itu cuma 30 hari, terkadang juga hanya 29 hari, jadi laparnya Puasa Ramadan tidak sebanding laparnya orang miskin di setiap harinya. Puasa di ...
Read more 2
Translate »