Minggu, 22 Februari, 2026
Informasi Damai

Artikel Edukasi Damai

Paradok Propaganda dan Sisi Kelam Khilafah sebagai Solusi Tunggal
Narasi

Paradok Propaganda dan Sisi Kelam Khilafah sebagai Solusi Tunggal

Telah maklum, adanya negara dalam Islam bukan tujuan (ghayah) melainkan hanya sebagai sarana (wasilah). Karena ...
Read more 0
Narasi mengkafirkan negara dan mengharamkan nasionalisme adalah satu paket indoktrinasi kelompok radikal terorisme kepada anggotanya. Tidak ada doktrin yang lebih kuat yang membuat seseorang terpedaya kecuali mengatakan negeri ini adalah wilayah perang dan boleh melakukan peperangan di atasnya. Merenggut nyawa siapapun di negeri kafir adalah absah, terutama kepada aparat negara. Doktrin ini dipegang secara militan terutama bagi mereka yang masih awam dan baru mengenal agama. Doktrin mudah masuk kepada mereka yang ingin menikmati surga secara instan tanpa pengetahuan yang memadai. Lahirlah generasi muda yang mudah terpedaya dengan hasutan dalil yang dieksploitasi oleh kelompok radikal. Siapa korbannya? Kita misalnya belajar dari salah satu wasiat pelaku penyerangan Mabes Polri (31/3/2021) mengungkapkan dalam surat wasiatnya agar orang tuanya dan keluarga tidak mengikuti kegiatan pemilu. Karena orang-orang yang terpilih itu akan membuat hukum tandingan Allah bersumber Alquran-Assunah. “Demokrasi, Pancasila, UUD, pemilu, berasal dari ajaran kafir yang jelas musyrik. Zakiah nasehatkan kepada mama dan keluarga agar semuanya selamat dari fitnah dunia yaitu demokrasi, pemilu dan tidak murtad tanpa sadar.” Begitulah bunyinya. Dari mana lahirnya doktrin seperti ini? Argumen ZA untuk mengkafirkan negara, Pancasila dan sistemnya sejatinya bukanlah hal baru. Beberapa mantan kelompok radikal terorisme mengatakan doktrin Pancasila sebagai kafir dan thagut merupakan keyakinan yang mereka miliki. Mereka hanya mematuhi hukum agama sebagai dasar sebuah negara. Dalam sejarah Indonesia, gerakan untuk menolak Pancasila dan ide mendirikan negara berdasarkan syariat agama sudah ada sejak Republik ini didirikan. Gerakan ideologis hingga percobaan makar dan aksi teror mewarnai perjuangan kelompok yang dikenal dengan sebutan Negara Islam Indonesia (NII). Ideologi ini tidak pernah mati dan terus menjadi cita-cita kelompok. Pandangan yang dimiliki oleh gerakan NII bukan pula sesuatu yang bersifat lokal. Gerakan islamisme sejatinya telah tumbuh di beberapa negara Timur Tengah khususnya Mesir yang mendasarkan ideologi untuk perjuangan Islam sebagai dasar negara. Sayyid Quthb aktivis Ikhwanul Muslimin (IM) berambisi untuk menerapkan Islam secara kaffah dan menganggap seluruh masyarakat muslim berada dalam fase jahiliyyah. Artinya, penolakan terhadap sistem yang ada sebagai sebuah konsensus dan pengkafiran terhadap dasar negara bukan hal baru. Dalam satu titik ideologi ini mampu membawa gerakan kekerasan yang dalam beberapa kasus mengilhami aksi terorisme. Jalan kekerasan adalah pilihan sebagai sarana melakukan perubahan yang fundamental untuk mengganti secara radikal dan fundamental sebuah tatanan negara. Apakah gerakan ini masih ada di Indonesia? Penolakan dan pengkafiran Pancasila dan keinginan mendirikan negara berdasarkan syariat agama masih menjadi gerakan bawah tanah dengan pendidikan dan pengkaderan yang tersembunyi. Jika melihat hasil survey tidak sedikit pelajar dan mahasiswa yang menolak Pancasila dan memilih agama sebagai ideologi negara mengindikasikan kaderisasi dan rekrutmen itu memanfaatkan lembaga pendidikan. Sudah berapa mereka yang terpapar? Survei Mata Air Fondation dan Alvara Research Center pada tahun 2017 yang lalu menyebutkan bahwa ada 18,6 persen pelajar memilih ideologi Islam sebagai ideologi bernegara dibanding Pancasila. Sedangkan di kalangan mahasiswa sebanyak 16,8 persen memilih ideologi Islam dibanding Pancasila sebagai ideologi bernegara. Survey yang dilakukan terhadap 1.800 mahasiswa di 25 perguruan tinggi unggulan di Indonesia, serta 2.400 pelajar SMAN unggulan di Pulau Jawa dan Kota-kota besar di Indonesia ini menunjukkan betapa generasi muda adalah bagian penting dalam kaderisasi penolakan Pancasila dan penumbuhan ideologi. Jika generasi muda yang disasar tidak mengherankan jika pelaku teror pun sudah mengalami regenerasi dari tua ke muda. Anak muda seperti ZA yang menganggap demokrasi dan Pancasila sebagai ajaran kafir adalah contoh kecil yang mungkin masih banyak dari mereka saat ini tidak sadar dan hanya menunggu paparan doktrin yang meningkat menjadi anjuran kekerasan. Karena itulah, penting bagi generasi muda untuk mewaspadai. Jika ada gerakan baik tersembunyi maupun terbuka yang mengajak kalian masuk dalam komunitas dengan kedok aktifitas apapun dengan doktrin mengkafirkan sistem yang ada, mengharamkan nasionalisme dan sistem yang ada, yakinlah itu bagian awal indoktrinasi untuk direkrut dalam jaringan radikal terorisme. Sadari sejak dini atau anda menyesal harus berpisah dengan keluarga dan orang yang dicintai. Pengalaman dan fakta membuktikan itu!
Kebangsaan

Memahami Narasi Kelompok Radikal yang Kerap Mengkafirkan Sistem Negara

Narasi mengkafirkan negara dan mengharamkan nasionalisme adalah satu paket indoktrinasi kelompok radikal terorisme kepada anggotanya. ...
Read more 0
Piala Dunia Qatar 2022 : Memperkenalkan Islam Rahmat dan Dialog Antar Budaya
Faktual

Piala Dunia Qatar 2022 : Memperkenalkan Islam Rahmat dan Dialog Antar Budaya

Saya begitu tertarik dengan Opening Ceremony World Cup Qatar 2022. Di mana, Morgan Freeman membangun ...
Read more 0
Belajar dari Febri Ramdani, Perihal 3 Bukti Khilafah Bukanlah Solusi
Pustaka

Belajar dari Febri Ramdani, Perihal 3 Bukti Khilafah Bukanlah Solusi

Judul Buku : 300 Hari di Bumi Syam: Perjalanan Seorang Mantan Pengikut ISIS Penulis : ...
Read more 0
Waspada Kaum Khilafaher Menunggangi Isu Resesi Ekonomi 2023
Narasi

Waspada Kaum Khilafaher Menunggangi Isu Resesi Ekonomi 2023

Gelombang resesi ekonomi global melanda sejumlah kawasan. Mulai dari Amerika Serikat sampai Eropa. Sejumlah negara ...
Read more 0
Propaganda Khilafah di Tengah Ancaman Resesi; Solusi atau Ancaman Anarki?
Narasi

Propaganda Khilafah di Tengah Ancaman Resesi; Solusi atau Ancaman Anarki?

Tahun 2023 diprediksi sebagai tahun yang berat terutama di bidang ekonomi. Pembatasan sosial akibat pandemi ...
Read more 0
Kenapa Harus Takut dengan Bertoleransi?
Kebangsaan

Kenapa Harus Takut dengan Bertoleransi?

Kenapa takut dan alergi dengan istilah toleransi? Toleransi adalah sikap dengan sadar menyadari keragaman dan ...
Read more 0
Memahami Indikasi Orang Terpapar Virus Radikalisme
Keagamaan

Memahami Indikasi Orang Terpapar Virus Radikalisme

Kadang orang terdekat pun tidak menyadari bahwa seseorang telah terpapar virus radikal terorisme. Dalam banyak ...
Read more 0
Prinsip dan Batasan Toleransi dalam Surah Al-Kafirun
Keagamaan

Prinsip dan Batasan Toleransi dalam Surah Al-Kafirun

Harus diakui secara jujur bahwa saat ini bangsa Indonesia yang majemuk mengalami krisis toleransi. Krisis ...
Read more 0
Photo 2022 12 01 14.16.04
Keagamaan

Dari Fanatisme ke Ekstremisme : Bagaimana Menyembuhkan?

Saat ini, isu kekerasan yang mengatasnamakan agama merupakan fenomena transnasional yang mampu menghasilkan tragedi kemanusiaan ...
Read more 0
Inilah Akar Paham yang Memandang Negara Indonesia adalah Kafir
Narasi

Inilah Akar Paham yang Memandang Negara Indonesia adalah Kafir

Masih ingatkah pada satu kelompok yang mudah mengkafirkan saudaranya semuslim dengan berbekal tiga ayat dalam ...
Read more 0
Letak Salah Tafsir Jihad Kaum Radikal
Keagamaan

Letak Salah Tafsir Jihad Kaum Radikal

Berbagai aksi terorisme yang kerap kali terjadi di belahan bumi selalu mengguratkan pesan yang masih ...
Read more 0
KpcVjuGJ32ADRGdecbgExump
Keagamaan

Jangan Asal Sebar Hoaks, Ini Ancamannya Menurut Al-Quran

Tidak hanya sekarang, fenomena hoaks atau berita bohong telah terjadi sejak dulu. Di masa Nabi ...
Read more 0
Menyoal Ideologi sebagai Sumber Terorisme
Kebangsaan

Menyoal Ideologi sebagai Sumber Terorisme

Secara pribadi saya tidak ingin mengabaikan beberapa teori sosial yang menjelaskan motivasi kekerasan bernama terorisme ...
Read more 0
Kejahatan Bertopeng Agama adalah Musibah Terbesar Manusia
Keagamaan

Kejahatan Bertopeng Agama adalah Musibah Terbesar Manusia

Kejahatan terbesar dalam sejarah manusia adalah kejahatan yang bertopeng agama. Kenapa? Mereka yang melakukan tindakan ...
Read more 0