Proses radikalisasi seseorang itu bisa terjadi dari mana saja dan kapan saja. Ada yang masuk dari pintu keagamaan. Ada yang terpapar dari ranah pendidikan. Dan ada pula yang mengalami radikalisasi karena isu-isu politik. Seperti kita tahu, isu politik apalagi di waktu-waktu menjelang Pemilu dan Pilpres 2024 ini memang sensitif sekaligus ...
Read more 0 Narasi
Menurut Haula Noor (2021) dari Australian National University, di tengarai kaum perempuan telah ikut terlibat aktif dalam gerakan dan aksi jihad-terorisme sejak Abad ke-19, dan mereka telah memainkan peran aktif dalam konteks terorisme global mulai dari tahun 1970-an. Keterlibatan perempuan dalam jihad-terorisme itu terjadi karena ada pergeseran pola dalam gerakan ...
Read more 0 Menjadi perempuan tentu merupakan tugas yang berat tapi mulia. Makanya, berkaitan dengan pendidikan sudah seharusnya perempuan memiliki hak yang sama dengan laki laki-laki. Artinya, tidak ada larangan perempuan untuk sekolah sampai ke jenjang yang lebih tinggi. Apalagi, perempuan kelak akan menjadi ibu yang akan mendidik anak-anaknya dan juga sangat strategis ...
Read more 0 Ketertarikan perempuan terhadap jihad tentu harus berada dalam wadah yang tepat dan bernilai ibadah. Yaitu memperjuangkan agama-Nya yang bisa membawa dampak manfaat dan maslahat, serta memerangi segala kemudharatan bagi seluruh umat. Mengingat hari Perempuan International di tahun 2023 yang mengusung tema “DigitALL: Innovation and Technology for Gender Equality”. Maka, jihad ...
Read more 0 Saya sepakat terhadap satu argument, bahwa banyak orang yang terkontaminasi paham radikalisme-terorisme, karena mereka ingin mengubah dirinya menjadi baik, tetapi salah pilih guru. Pandangan ini tentu juga berlaku terhadap pembacaan sebuah fakta, mengapa perempuan rentan terkontaminasi paham radikalisme-terorisme, lalu menjadi teroris. Hasrat perempuan ingin mengubah dirinya menjadi lebih baik, lalu ...
Read more 0 Kartini menulis “Agama dimaksudkan sebagai rahmat bagi semua umat manusia, untuk bisa menjadi tali penghubung antara semua ciptaan-Nya. Kita semua bersaudara bukan satu keturunan tapi karena satu Tuhan yang berkuasa di atas sana. Oh Tuhan, kadang aku berpikir bahwa lebih baik agama tidak ada saja. Karena justru agamalah penyebab perselisihan, ...
Read more 0 Seorang sejarawan, Bonnie Triyana, mengatakan bahwa bila adanya terorisme di Indonesia awalnya terjadi karena upaya perebutan kekuasaan antara laki-laki, namun harus diakui pada akhirnya perempuanlah yang menjadi korban. Keterlibatan perempuan Indonesia dalam radikalisme dari tahun ke tahun mengalami peningkatan secara signifikan. Berdasarkan data Badan Nasional Penaggulangan Terorisme (BNPT), perempuan generasi ...
Read more 0 Salah satu kelompok terbesar pengguna media sosial adalah perempuan. Laporan dari lembaga riset Napoleon Cat pada tahun 2021 menyebutkan bahwa jumlah pengguna Instagram di Indonesia 56 persennya merupakan perempuan. Sedangkan sisanya yakni 44 persen merupakan laki-laki. Data yang kurang lebih sama juga tampak pada pengguna aplikasi TikTok. Mayoritas pengguna aplikasi ...
Read more 0 Sebagai bangsa yang besar dan majemuk dari sisi kebudayaan dan keagamaan, salah satu tantangan terberat Indonesia adalah ancaman intoleransi bahkan konflik sosial. Ancaman itu pernah mengemuka di awal era Reformasi ketika sejumlah daerah di Indonesia dilanda konflik sosial berlatar isu SARA. Kini, dua dekade pasca Reformasi, konflik horisontal berlatar isu ...
Read more 0 Awal tahun 2011, Sidney Jones—pakar terorisme—, telah mengingatkan pentingnya mewaspadai potensi keterlibatan perempuan dalam aksi teror. Sampai saat ini kita masih menanti analisis para ahli terorisme untuk mengoperasionalkan analisis jender dalam membaca fenomena itu. Dengan cara itu, diharapkan analisisnya tak akan terjerembab ke dikotomi klasik: lelaki tertarik jihad karena bisa ...
Read more 0
