Agama adalah agama itu sendiri. Sedangkan negara juga adalah negara itu sendiri. Keduanya adalah institusi sosial yang berbeda. Namun, memiliki hubungan yang sangat erat. Keterhubungan itu terletak pada kesamaan tujuan keduanya yang sama-sama ingin mencetak manusia-manusia berbudi luhur, baik, toleran, dan peduli terhadap sesama. Karena itu, sudah menjadi pengetahuan umum ...
Read more 0 Narasi
Ada semacam anggapan, semakin religius seseorang, semakin intoleran dia terhadap liyan. Atau semakin religius seseorang semakin dia tidak taat terhadap (hukum) negara. Anggapan itu tentu salah. Sebab fakta di lapangan menunjukkan, bahwa banyak orang yang taat agama sekaligus taat bernegara. Atau bukankah dalam agama itu juga ada perintah taat pada ...
Read more 0 Beragama dalam ruang lingkup kebangsaan kita merupakan keniscayaan. Agama merupakan penanda identitas personal maupun komunal yang dilakukan oleh seseorang agar dirinya diakui. Relasi yang terbangun diantara umat beragama baik yang seiman maupun tidak setidaknya memberikan gambaran bahwa keberagaman itu fitrah. Dalam kitab suci pun, khususnya Al Qur’an cukup gamblang memberikan ...
Read more 0 Di dalam wilayah “religiositas” atau pengalaman seseorang dalam beragama experience of religions, pada hakikatnya mengacu kepada tendensi agama sebagai “sel yang hidup” Living cells dalam diri manusia. Artinya, nilai-nilai etis di dalam beragama, seyogianya meniscayakan sesuatu yang “menggerakkan” hati, pikiran, perencanaan dan segala tindakan manusia yang lebih etis. Termasuk kesadaran ...
Read more 0 Baru-baru ini, hangat peristiwa ulama menentang sidang online dan bahkan memberikan model sikap oposisi dengan hukum. Aksinya tak jarang mengundang simpati. Padahal, sikap melawan hukum bukanlan keteladanan. Seharusnya, ulama sebagai publik figur dapat menampilkan sikap terbaik dan mengaktualisasikan akhlak yang terpuji, meski di balik jeruji. Jangan sampai, berada di balik ...
Read more 0 Secara historis, tak dapat dimungkiri bahwa lahirnya agama-agama yang ada tak lain adalah untuk ‘menegakkan kebaikan’ dan ‘memerangi kemungkaran’. Itulah ajaran universal atau universalisme dari setiap agama itu sendiri. Dalam kamus pengetahuan umum, hal itu dikenal dengan ajaran moral yang melekat pada diri setiap manusia. Dan, kata Thomas Aquinans, perintah ...
Read more 0 Dalam konteks negara bangsa seperti Indonesia, relasi (ber)agama dan (ber)negara cenderung bersifat resiprokal alias saling tergantung dan mempengaruhi. Praktik beragama dengan demikian tidak bisa dipertentangkan dengan praktik bernegara. Demikian pula sebaliknya, kehidupan bernegara idealnya juga selaras dengan kehidupan beragama. Namun, pandangan yang demikian itu agaknya tidak berlaku bagi seluruh umat ...
Read more 0 Di negeri ini, ada segelintir orang yang sering-kali merasa dirinya paling autentik di dalam beragama. Dengan pedenya berfatwa bahwa “Hukum Tuhan jauh lebih tinggi dari pada hukum negara”. Sehingga, dirinya merasa tidak perlu mengikuti semua aturan negara yang berlaku. Lalu, dengan santainya berbuat onar, tindakan yang semena-mena, merusak, serta mengabaikan ...
Read more 0 Kebenaran Tuhan atas setiap wahyunya oleh setiap pemeluk agama memang tidak bisa diperdebatkan. Akan tetapi, keyakinan bahwa paham dan pandangan politik pemeluk agama bersumber wahyu yang diklaim sebagai memiliki derajat kebenaran mutlak, perlu digugat dan diperdebatkan kembali. Jika terus dibiarkan, tindak politik oknum agama akan mudah dimanipulasi sebagai gerakan keagamaan. ...
Read more 0 Kontroversi seputar isu penghapusan pelajaran agama kembali mencuat. Musababnya berawal dari draf Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2020-2035 yang alpa mencantumkan frasa “agama” di dalamnya. Tidak mau kontroversi meluas, Menteri Pendidikan Nadiem Makarim menegaskan bahwa pemerintah sama sekali tidak berniat menghapus pelajaran agama. Menarik melihat respons masyarakat yang cenderung reakit menyikapi ...
Read more 0
