Kamis, 1 Desember, 2022
Informasi Damai
Archives by: Amil Nur fatimah

Amil Nur fatimah

0 comments

Amil Nur fatimah Posts

Dua Modal Penting di dalam Mengimplementasikan RANPE

Dua Modal Penting di dalam Mengimplementasikan RANPE
Narasi
Diluncurkan-nya Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Esktrimisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RANPE) ini sebetulnya peluang besar bagi (kita semua). Di dalam membangun kesadaran preventif. Berperan untuk membabat habis aksi-aksi ekstrimis-teroris. Demi keselamatan dan keamanan negeri ini. Oleh karena-nya, ada dua modal penting di dalam mengimplementasikan RANPE ini. Pertama, mengoptimalkan kesadaran di dalam berbangsa dan memiliki acuan sikap sosial yang respect. Sebagaimana yang tertera di dalam nilai-nilai Pancasila. Kedua, mengoptimalkan ...
Read more 0

3 Kesalahan Secara Metodologis di Dalam Mengkritik

3 Kesalahan Secara Metodologis di Dalam Mengkritik
Narasi
Ada tiga kesalahan secara metodologis paling mendasar yang sering-kali dilakukan oleh kita di dalam mengkritik. Pertama, terbawa arus kebencian. Kedua, sentiment secara personal. Ketiga, provokatif. Dari ketiganya jika dibiarkan, ini akan menjadi “racun” bagi tata-etika demokrasi kita. Karena tiga kesalahan di dalam mengkritik ini justru menyalahi konsep dan metodologi mengkritik itu sendiri. Karena metodologi kritik, pada hakikatnya sebagai bagian dari (cara kerja) demokrasi itu sendiri. Di mana, masyarakat diberikan (hak) ...
Read more 0

Pancasila adalah Sebagian dari Iman!

Pancasila adalah Sebagian dari Iman!
Narasi
Jika kita pahami secara mendalam, Pancasila ini sebetulnya juga bagian dari prinsip Iman yang harus kita perjuangkan. Sebagaimana dalam konteks menjaga, melindungi dan merawat NKRI. Karena, semangat perjuangan kemerdekaan Indonesia saja, pada 22 Oktober 1945, KH Hasyim Asy’ari pernah mengeluarkan semacam fatwa resolusi jihad. Dengan sebuah jargon “Hubbul Wathon Minal Iman” yang berarti mencintai tanah air adalah sebagian dari iman. Untuk berjuang mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Maka, relevan saya ...
Read more 0

Menuju Nasionalisme Palestina Tanpa Khilafah!

Menuju Nasionalisme Palestina Tanpa Khilafah!
Narasi
Di Palestina, mereka berharap ingin hidup damai, aman, nyaman dan mendapatkan hak berdaulat. Mereka ingin negara Palestina yang di dalamnya berkumpul masyarakat Arab, Yahudi dan Druzie. Dalam segi agama, di dalamnya ada Islam, Kristen dan Judaism. Mereka ingin sebuah negara layaknya Indonesia yang memegang prinsip kebhinekaan, toleransi dan kerukunan yang sangat kita cintai ini. Akan tetapi, di Indonesia justru ada segelintir orang yang sibuk menyuarakan solidaritas Palestina untuk menegakkan khilafah ...
Read more 0

Mengutuk Agresi Israil Zionis, Bukan Berarti Benci Yahudi!

Narasi
Tidak ada satu-pun agama di dunia ini yang mengajarkan tentang kekerasan, kebiadaban dan melanggar nilai-nilai kemanusiaan. Maka, kebenaran etis yang semacam ini, penting untuk kita pegang terlebih dahulu. Sebelum kita berasumsi terlalu jauh dan membangun persepsi buta tentang konflik Palestina-Israil yang kembali pecah. Lalu dengan mudahnya kita menggeneralisir Yahudi itu biadab dan melanggar nilai-nilai kemanusiaan.  Padahal, antara Israil Zionis dengan Yahudi (basis agama) justru sesuatu yang berbeda. Yahudi adalah agama ...
Read more 0

Idul Fitri dan Hijrah Diri Ke Asal-Muasal Manusia yang Bersaudara

Idul Fitri dan Hijrah Diri Ke Asal-Muasal Manusia yang Bersaudara
Narasi
Inti dari Idul Fitri, pada hakikatnya menghijrahkan diri untuk kembali ke asal (fitrah). Dalam arti pemahaman, kita dituntut untuk kembali mengokohkan (silaturahmi) satu sama lain. Sebagaimana asal-muasal manusia pada hakikatnya saling bersaudara satu sama lain. Maka, di momentum Idul Fitri inilah kita akan mengikat kembali kebersamaan yang telah rapuh. Persaudaraan yang mulai runtuh. Lalu kita satukan menjadi satu-kesatuan yang utuh. Bahkan menariknya lagi, di hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah ...
Read more 0

Puasa kok Misuh?

Narasi
Terkadang, kita mampu menahan mulut kita untuk tidak makan dan minum ketika sedang berpuasa. Tetapi terasa begitu sulit untuk menahan mulut kita agar tidak misuh atau memaki-maki terhadap orang lain. Pun, begitu terasa sulit agar kita tidak menggerakkan jari-jemari untuk tidak menyebarkan hoax, kebencian dan provokasi pemecah-belah di dunia maya. Persepsi kita selalu menyatakan bahwa, dengan tidak makan dan minum, sebetulnya syariat puasa telah terbayar dengan tuntas. Apakah benar begitu? ...
Read more 0

Kau Bom Rumah Ibadah Agama Lain, Yang Mati Sejatinya Imanmu!

Narasi
Kau berjalan ke arah rumah ibadah agama lain. Kau mendekatinya dan meyakini semua keputusan untuk melakukan bom bunuh diri itu perintah-Nya. Semata demi harapan agar imanmu bisa menyala di hadapan-Nya. Kau lakukan itu sambil berteriak menyebut kalimat tauhid “Allah Akbar” berkali-kali. Lalu kau ledakkan dirimu, Maka yang mati sejatinya dirimu dan imanmu sendiri. Hancur berkeping-keping secara tidak terhormat di hadapan-Nya.  Kau sebut nama Allah yang maha besar, tetapi kau mencoba ...
Read more 0

Carilah Ustadz yang Tepat, Agar Terhindar dari Promo Jihad!

Carilah Ustadz yang Tepat, Agar Terhindar dari Promo Jihad!
Narasi
Suatu ketika, pernah ada orang yang bekerja di salah satu instansi Bank. Tentu kita semua paham, bahwa gaji seorang karyawan bank, bisa dikatakan cukup besar. Segala kebutuhan hidupnya bisa terpenuhi. Anak-anaknya bisa sekolah dengan mapan. Semua keluarganya bisa sejahtera. Namun, setelah pergi ngaji ke salah satu “Ustadz”, dia diceramahi bahwa Bank itu riba. Dijelaskan bahwa dosanya jauh lebih besar dari perbuatan zina. Sehingga, orang tersebut memutuskan untuk berhenti (resign). Lantas, ...
Read more 0

Bahayanya “Candu Fanatisme” Menjadi Seorang Pengikut

Bahayanya “Candu Fanatisme” Menjadi Seorang Pengikut
Narasi
Terkadang, kefanatikan kita terhadap seseorang yang kita kagumi, entah terhadap seorang tokoh pemikir, penyanyi, model, olahragawan atau seorang tokoh ulama sekali-pun. Kadang menjadikan kita lupa diri terhadap hal-hal yang sifatnya “kesadaran yang etis dan objektif”. Sehingga, kekaguman yang berlebihan menjadikan kita buta penilaian. Kita akan selalu menganggap seseorang yang kita kagumi selalu menempati posisi yang paling benar. Sekali-pun dia berbuat kesalahan dan melanggar hukum. Apa yang diucapkannya seperti “mantra-mantra” yang ...
Read more 0