Minggu, 6 April, 2025
Informasi Damai
dakwah

dakwah

Prinsip ‘Dar’ul Mafasid Muqaddamun ‘Ala Jalbil Mashalih’ dalam Menjaga Esensi Dakwah

Keagamaan
Prinsip “Dar’ul Mafasid Muqaddamun ‘Ala Jalbil Mashalih (menolak kemudharatan lebih utama ketimbang mewujudkan kemaslahatan)” merupakan kajian dalam Ilmu Ushul Fiqh. Dalam konteks dakwah juga tentu sangat erat berkaitan. Praktik prinsip ini sangat dekat dengan interaksi sesama/sosial. Dan berdakwah juga tak dapat dilepaskan dengan interaksi dengan sesama. Dakwah merupakan kegiatan yang dilakukan oleh dai (orang yang berdakwah) kepada mad’u (orang yang didakwahi) agar dapat menapaki jalan Tuhan dengan sebaik-baiknya. Dai bagaikan ...
Read more 0

Menjadikan Moderasi Beragama sebagai Mazhab Dakwah di Era Medsos

Narasi
Di era media sosial yang serba cepat dan dinamis ini, moderasi beragama menjadi sebuah kebutuhan mendesak sebagai mazhab dakwah. Media sosial telah menjadi ruang publik virtual yang memengaruhi cara umat beragama memahami, menyebarkan, dan mengamalkan ajaran-ajaran agama. Kehadiran platform seperti Facebook, Instagram, Twitter, hingga TikTok membuka peluang luas bagi siapa saja untuk menyuarakan pandangan keagamaan mereka. Namun, di sisi lain, platform ini juga menjadi tempat berkembangnya polarisasi, ujaran kebencian, dan ...
Read more 0

Panduan Menjadi Tokoh Agama di Era Serba Media

Narasi
Di Indonesia, tokoh agama memiliki posisi strategis dalam menjaga keutuhan bangsa. Sebagai pemimpin spiritual, mereka tidak hanya bertugas membimbing umat dalam kehidupan religius, tetapi juga menjadi penjaga nilai-nilai kemanusiaan dan harmoni sosial. Dalam konteks masyarakat yang semakin plural dan terkoneksi, peran ini menjadi semakin kompleks, apalagi di era serba media. Dakwah tidak lagi sekadar disampaikan di mimbar-mimbar masjid atau majelis taklim, melainkan menjangkau ruang virtual yang penuh dinamika, tantangan, dan ...
Read more 0

Etika Dakwah (Nusantara) di Era Digital; Meneguhkan Moderasi, Mencegah Dehumanisasi

Etika Dakwah (Nusantara) di Era Digital; Meneguhkan Moderasi, Mencegah Dehumanisasi
“Humor terbaik adalah menertawakan diri sendiri. Humor terburuk adalah menertawakan yang lemah, dhaif, dan tak berkuasa“. Demikian quote masyhur dari seorang Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Sebuah kutipan yang layak kita hadirkan di tengah hiruk pikuk kontroversi dan polemik menyangkut penceramah agama yang heboh belakangan ini. Adalah Gus Miftah, seorang pendakwah nyentrik, yang identik dengan rambut gondrong, blangkon, dan kacamata hitam model aviator, membikin geger jagat maya dalam beberapa hari ...
Read more 0

Menolak Kemudaratan dalam Dakwah

Menolak Kemudaratan dalam Dakwah
Prinsip dalam kaidah fikih yang mengatakan, “menolak kemudaratan lebih utama ketimbang mewujudkan kemaslahatan” bukan hanya sebuah konsep hukum, tetapi juga panduan hidup yang tepat untuk kehidupan sehari-hari, khususnya dalam berdakwah. Prinsip tersebut mengajarkan kita bahwa dalam setiap tindakan, terutama dalam menyebarkan ajaran agama, kita harus lebih mengutamakan pencegahan terhadap kerusakan, meskipun kadang-kadang itu berarti harus mengorbankan sebagian kemaslahatan yang lebih besar. Dakwah yang bertujuan untuk membawa umat pada kebaikan harus ...
Read more 0

Mengatasi Pendangkalan Agama: Tantangan Dakwah dalam Konteks Kebhinekaan dan Hegemoni Agama

Mengatasi Pendangkalan Agama: Tantangan Dakwah dalam Konteks Kebhinekaan dan Hegemoni Agama
Narasi
Di Indonesia, praktik konversi iman atau berpindah agama menjadi isu sensasional yang hangat dibincangkan publik. Apa lagi, jika pelaku konversi agama tersebut berasal dari kalangan figur publik seperti para artis, elite politik, atau agamawan. Jangankan pindah agama, menyeberang sekte saja meski masih dalam satu rumpun agama, tetap jadi bahan perbincangan. Ambil saja contoh Ustaz Hanan Attaki yang melakukan baiat untuk menyatakan diri sebagai warga NU. Sebetulnya, dalam konteks negara majemuk ...
Read more 0

Dilema Dakwahtainment; Antara Komodifikasi dan Radikalisasi Agama

Narasi
Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi menyumbang andil pada pergeseran pola dakwah keislaman. Di masa lalu, aktivitas dakwah umumnya dilakukan secara langsung melalui mimbar pengajian dan sejenisnya. Para dai pun umumnya merupakan sosok yang memang otoritatif. Atau minimal memiliki latar belakang pendidikan Islam formal, terutama pesantren. Kini, aktivitas dakwah tidak hanya dapat dilakukan secara langsung melalui mimbar pengajian. Kemunculan media ba seperti televisi, dan belakangan internet serta media sosial memungkinkan aktivitas ...
Read more 0

Terorisme dan Hilangnya Dakwah Ruhiyah

Narasi
Tragedi Sigi menjadi kejahatan kemanusiaan yang patut untuk dijadikan pembelajaran berharga, bahwa hingga saat ini teror masih saja melanda negeri ini. Tentu hal ini menjadi pekerjaan berat untuk seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya pemerintah semata, sebab penanggulangan terorisme merupakan kewajiban bersama. Jika menggantungkan pada satu pihak, maka penanganan terhadap terorisme akan sulit dilakukan. Dibutuhkan kerjasama yang baik antar elemen bangsa. Tragedi Sigi juga menjadi cermin berharga bagi umat Islam agar ...
Read more 0

Dakwah Kok Melaknat, Ngikut Siapa?

Narasi
“..Seandainya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, pastilah mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS Ali Imram[3]:159). Ayat ini ditujukan kepada Nabi Muhammad. Potongan ayat ini dimulai dengan kata seandainya (لو) yang dalam tata bahasa Arab menunjukan: kemustahilan. Artinya Nabi mustahil bersikap keras dan berhati kasar dalam berdakwah. Metode dakwah Nabi adalah dakwah dengan kasih sayang, lemah-lembut, dan penuh dangan cinta dan kedamaian. Beliau selalu menjaga perasaan objek dakwahnya. Jika ...
Read more 0

Memilih “Ustadz Online” yang Membawa Rahmat, Bukan Laknat!

Narasi
Di era digital saat ini, Platform dakwah di berbagai dunia maya saat ini menjadi semacam “ladang subur”. Sejalan di tengah budaya kebebasan ekspresi yang mendominasi. Kita wajib untuk selektif di tengah “ustadz online” yang kadang mereka condong mudah menghukumi orang kafir, ekstrimis dan kaku akan pemahaman agamanya. Juga, mereka yang lebih condong aktif membangun semacam “acuan agama” yang mengarah kepada rahmat, jalan keluar, menenangkan dan memberi kesejukan. Dua kategori dakwah ...
Read more 0