Dalam beberapa minggu terakhir, Sudan kembali dilanda perang saudara yang melibatkan militer dan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF). Kondisi yang kacau ini segera dimanfaatkan oleh jaringan radikal internasional sebagai lahan baru untuk memperluas pengaruh. Melalui majalah daring dan kanal propaganda, kelompok ekstrem seperti ISIS menggambarkan konflik Sudan sebagai “ladang ...
Read more 0 Narasi
Dalam panggung politik global, sejarah mencatat bahwa agama adalah instrumen yang memiliki dua sisi mata uang: paling efektif untuk menggerakkan massa menuju kemaslahatan, namun sekaligus senjata paling berbahaya ketika dimanfaatkan untuk memecah belah. Di Indonesia, memori kelam politik pecah belah bukanlah konsep asing. Strategi ini dulu diterapkan oleh kolonialisme Belanda, ...
Read more 0 Perang fisik yang terjadi di banyak negara saat ini, menginspirasi munculnya kontestasi ideologi di dunia maya. Konflik internal sebuah negara dieksploitasi sedemikian rupa untuk menyebar narasi ideologis. Konflik horisontal di sejumlah negara Timur Tengah yang terjadi selama satu dekade belakangan dibingkai ke dalam kepentingan ideologis. Ketika media sosial menjadi saluran ...
Read more 0 Darah kembali tumpah di Sudan, mengalir membasahi tanah El-Fasher yang sarat sejarah. Nyawa manusia bergelimpangan laiknya barang tak berharga. Sebuah ironi yang kerap terjadi namun selalu dilegitimasi. Ya, apa yang kita saksikan di layar berita bukanlah sekadar insiden tunggal, melainkan sebuah episode terbaru dari tragedi berulang yang telah menyandera hati ...
Read more 0 Dalam beberapa tahun terakhir, narasi tentang “persatuan global umat Islam” kembali menggema di ruang publik, baik melalui media sosial, ceramah daring, maupun propaganda yang disebarkan oleh kelompok tertentu. Narasi ini dibungkus dengan kalimat-kalimat religius yang tampak menyejukkan—tentang ukhuwah Islamiyah, solidaritas lintas batas, dan kesamaan nasib umat Muslim di seluruh dunia. ...
Read more 0 Ibarat kendaraan bermotor, gerakan ekstremisme juga butuh bahan bakar. Jika mobil atau motor bahan bakarnya adalah minyak bumi, maka bahan bakar gerakan ekstremisme adalah isu. Selama ada isu yang dapat dijual, maka gerakan ekstremisme terus tumbuh dan berkembang. Dalam lingkup nasional misalnya, terorisme tumbuh subur ketika konflik berlayar SARA melanda ...
Read more 0 Diskursus kebangsaan kita sering kali terjebak dalam dua tarikan ekstrem. Di satu sisi, terdapat kerinduan, atau trauma, terhadap model “globalisasi” Pancasila yang kaku, sebuah upaya penyeragaman yang menempatkan ideologi sebagai doktrin pusat yang steril dan berjarak dari realitas budaya. Di sisi lain, era pasca-reformasi menghadirkan ledakan lokalisasi, di mana identitas ...
Read more 0 Propaganda terbaru ISIS melalui majalah al-Naba’ (2025) yang menyerukan ajakan berjihad ke Sudan merupakan bukti bagaimana jaringan ekstremis memanfaatkan konflik global untuk menyalurkan ideologi dan merekrut simpatisan. Dalam edisi tersebut, ISIS menampilkan Sudan sebagai medan perjuangan umat dan menyamarkan seruan militeristik dengan narasi keagamaan. Seruan ini kemudian diamplifikasi oleh jaringan ...
Read more 0 Isu Suriah sudah lewat. Gaza sudah berangsur normal. Isu lain seperti Uyghur, Rohingya, dan sebagainya tampaknya tidak terlalu menjual. Kini, isu konflik Sudan dikomodifikasi kelompok ekstremis untuk mempropagandakan jihad dengan narasi ukhuwah global. Frasa ukhuwah global itu terdengar megah dan terkesan mulia bahkan suci. Padahal sejatinya, frasa ukhuwah global itu ...
Read more 0 Kelompok ekstremis terutama ISIS tampaknya tidak pernah kehabisan materi propaganda kekerasan. Setelah revolusi Suriah berakhir dengan jatuhnya rezim Bashar Al Assad, kini ISIS menjadikan konflik horisontal di Sudan sebagai materi propaganda. Majalah terberu ISIS, Al Naba beberapa saat lalu menyerukan secara eksplisit ajaran jihad ke Sudan. Majalah Al Naba memajang ...
Read more 0
