Kits mengenal tiga dosa dalam dunia pendidikan nasional. Yakni intoleransi agama, kekerasan seksual, dan perundungan alias bullying. Dosa-dosa itu tidak berhenti di situ. Dosa itu memiliki efek lanjutan yang tidak terpikirkan sebelumnya. Korban perundungan, misalnya kerap kali dihadapkan pada dua pilihan sulit; menyerah dalam arti buruh diri atau melawan balik ...
Read more 0 Narasi
Kasus ledakan di sekolah Jakarta beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa radikalisasi di kalangan pelajar kini hadir dalam bentuk yang semakin beragam. Ideologi sayap kanan, yang selama ini banyak dibahas di konteks global, mulai menemukan ruangnya melalui media sosial, game, dan forum-forum daring tempat remaja berinteraksi. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana sebagian ...
Read more 0 Peristiwa kekerasan di SMAN 72 sudah pasti menyisakan trauma psikologis bagi para korban. Kejadian itu tidak pelak juga menjadi alarm merah bagi para orang tua, guru, dan masyarakat pada umumnya. Apa yang terjadi sebenarnya dan apa langkah yang harus segera diambil pasca kejadian ini? Kekerasan adalah fenomena sosiologis yang dapat ...
Read more 0 Jika kita diminta membayangkan seorang ‘pahlawan’, citra yang muncul seringkali adalah gambaran monolitik sosok gagah berani di medan perang, menghunus pedang atau senapan. Kita teringat pada heroisme fisik para pejuang kemerdekaan atau ketangguhan para sahabat Nabi yang perkasa di medan Badar dan Uhud. Namun, membatasi heroisme hanya pada pertarungan fisik ...
Read more 0 Sekolah seharusnya menjadi ruang paling aman bagi anak: tempat mereka bertumbuh, menemukan jati diri, dan belajar hidup bersama dalam keberagaman. Namun, dua ancaman laten terus mengintai dunia pendidikan kita: bullying dan intoleransi. Keduanya sering dianggap sebagai masalah perilaku biasa, padahal dalam jangka panjang dapat menjadi pintu masuk menuju radikalisme dan ...
Read more 0 Kekerasan dan bullying di lingkungan sekolah telah menjadi masalah yang semakin mendapat perhatian dalam beberapa tahun terakhir. Dalam upaya untuk menanggulangi melawan bullying, sering kali pendekatannya terbatas pada mencegah atau memberikan hukuman bagi pelaku. Menilik dari tragedi di SMA 72, kita belajar bahwa memberikan hukuman tidak cukup untuk dijadikan perjuangan ...
Read more 0 Tragedi ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakut, Jumat lalu (7/11/2025), menyisakan kepedihan mendalam bagi dunia pendidikan kita. Mengingat peristiwa memilukan itu bukan sekadar soal kekerasan antarpelajar, akan tetapi menjadi alarm keras bahwa virus perundungan (bullying) dan ideologi kebencian bisa bersenyawa dan mudah menyusup ke ruang-ruang sunyi anak muda, bahkan ...
Read more 0 Nasionalisme, pada esensinya, adalah sebuah kekuatan pembebas. Paham ini pertama kali muncul di Eropa pada abad ke-18, berkelindan dengan terbentuknya negara-negara bangsa (nation-states). Sebuah negara bangsa dibentuk atas dasar kemauan untuk hidup bersama, didorong oleh faktor-faktor seperti persamaan bahasa, adat-istiadat, tradisi, dan sering kali, nasib sepenanggungan. Di Indonesia, nasionalisme lahir ...
Read more 0 Ledakan bom rakitan yang mengguncang SMAN 72 Jakarta pada 7 November 2025 mengejutkan banyak pihak. Tidak ada yang menyangka bahwa seorang siswa, yang sebelumnya dikenal pendiam dan tertutup, mampu merakit bahan peledak dan berniat melukai orang lain di lingkungan sekolah. Polisi menemukan bahwa pelaku adalah korban perundungan atau bullying yang ...
Read more 0 Ledakan yang mengoyak ketenangan SMAN 72 pada 7 November lalu bukan sekadar berita kriminal. Ia adalah penanda, sebuah suar yang menyorot ke dalam jurang gelap tempat generasi muda kita sedang bergulat. Tragedi ini adalah puncak gunung es. Namun, yang lebih mengejutkan dari serpihan ledakan itu adalah dugaan motif di baliknya. ...
Read more 0
