Di tengah serangkaian bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, muncul satu pertanyaan penting. Mengapa solidaritas ekologis, yaitu rasa kebersamaan untuk menjaga bumi, masih sulit tumbuh bahkan di lingkungan masyarakat yang beragama? Kita sering melihat isu keagamaan yang bersifat simbolik begitu cepat memicu antusiasme publik. Sebaliknya, isu ...
Read more 0 Narasi
Pernahkah Anda merenung sejenak di tengah keheningan malam? Ada sebuah ironi besar yang luput dari perhatian kita. Kita sering kali begitu mudah marah, bahkan murka, ketika melihat selembar kertas bertuliskan ayat suci dinistakan orang. Namun, anehnya, kita cenderung diam seribu bahasa ketika “ayat-ayat” Tuhan yang terbentang luas—hutan, gunung, dan sungai—dihancurkan ...
Read more 0 Santri sering dipersepsikan secara simplistik hanya sebagai penjaga tradisi, tekun mengaji di pesantren, dan hidup dalam lingkup lokal yang terisolasi. Namun, narasi ini adalah sebuah reduksi historis yang gagal menangkap kedalaman dan dinamika sosial kontemporer santri. Santri adalah entitas dinamis yang berhasil memadukan spiritualitas, nasionalisme, dan potensi global. Sejarah mencatat ...
Read more 0 Diskursus keagamaan kontemporer di Indonesia sering kali mengalami stagnasi pada ranah simbolisme politik. Energi kolektif umat kerap tersedot dalam pusaran perdebatan mengenai formalisme negara, perebutan kekuasaan, dan perebutan lahan tambang, seolah-olah esensi “kekhalifahan” hanya terbatas pada siapa yang duduk di takhta pemerintahan. Padahal, di balik hiruk-pikuk narasi kekuasaan tersebut, terdapat ...
Read more 0 Hari ini, 2 Desember, masyarakat Indonesia menyaksikan kembali perbincangan yang kian mengemuka mengenai ‘Islam politik’ dan nasionalisme, terutama menjelang Reuni 212. Isu ini, yang semakin santer di media sosial, turut mengangkat perdebatan soal simbol-simbol negara, salah satunya desakan untuk mengganti bendera merah putih dengan “bendera Islam”. Narasi ini semakin memperuncing ...
Read more 0 Tragedi air bah yang mengguyur sebagian wilayah Sumatera—mulai dari Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat—tidak hanya meninggalkan lumpur dan duka, tetapi juga menyingkap residu persoalan di ruang digital kita. Di saat warga berjibaku menyelamatkan harta benda dari terjangan banjir dan longsor, lini masa media sosial justru disesaki oleh narasi yang ...
Read more 0 Di tengah momen duka bangsa akibat bencana alam di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat, masih saja ada pihak nirempati yang menebar narasi negatif. Meraka mem-framing isu bencana sebagai kegagalan sistem demokrasi dan efek dari kapitalisme liberal yang tidak ramah dengan alam dan lingkungan. Sebagai solusinya, mereka menyodorkan khilafah sebagai ...
Read more 0 Menjadi khalifah di muka bumi adalah mandat moral dan spiritual yang diberikan Allah kepada manusia. Mandat ini bukan hanya berupa kehormatan, tetapi juga tanggung jawab besar untuk menjaga keberlangsungan alam dan kehidupan umat manusia. Dalam perspektif Islam, tugas ini berdiri di atas prinsip keseimbangan—keseimbangan antara hablum minal alam (hubungan manusia ...
Read more 0 Di tengah krisis lingkungan global dan meningkatnya gelombang ekstremisme, masyarakat dunia menghadapi dua ancaman berbeda namun saling berkaitan. Krisis ekologis menimbulkan bencana alam, hilangnya keanekaragaman hayati, dan degradasi ruang hidup manusia. Pada saat yang sama, ekstremisme—baik agama, politik, maupun ideologis—mengerus rasa aman, memecah belah masyarakat, dan merusak tatanan sosial. Keduanya ...
Read more 0 Dalam beberapa dekade terakhir, frekuensi dan intensitas bencana alam semakin meningkat di berbagai belahan dunia. Banjir bandang, kekeringan berkepanjangan, tanah longsor, hingga badai dahsyat menjadi pengingat keras bahwa hubungan manusia dengan alam telah mengalami ketidakseimbangan. Di tengah krisis ekologis ini, agama memiliki peran fundamental dalam membentuk kesadaran dan tindakan nyata ...
Read more 0
